Pencarian

Review TECNO CAMON 50 Pro 5G: Kamera Periskop Rp 5 Jutaan yang Bikin Gengsi Flagship

Selasa, 08 September 2026 • 17:18:31 WIB
Review TECNO CAMON 50 Pro 5G: Kamera Periskop Rp 5 Jutaan yang Bikin Gengsi Flagship
Personel menunjukkan ponsel TECNO CAMON 50 Pro 5G yang memiliki kamera periskop 50MP di kawasan Jawa Barat.

JAWA BARAT — Perlu dicatat sejak awal: TECNO CAMON 50 Pro 5G yang resmi di Indonesia sebenarnya adalah TECNO CAMON 50 Ultra di pasar global. Strategi penamaan ini sengaja dipilih karena konsumen lokal dinilai lebih familiar dengan label "Pro". Jadi spesifikasinya identik dengan versi Ultra yang beredar di luar negeri, bukan versi standar yang lebih rendah.

Ponsel ini bukan sekadar andalan kamera. TECNO melengkapi paket penjualannya dengan casing premium, tempered glass terpisah, dan dukungan fitur AI yang lengkap. Saya memakai perangkat ini selama beberapa hari sebagai daily driver untuk menguji klaim-klaim tersebut, termasuk daya tahan baterai dan pengalaman gaming ringan.

Desain Premium dengan Grip Licin: Hati-hati Saat Telapak Tangan Basah

Dibandingkan CAMON 40 Series, desain CAMON 50 Pro 5G terasa lebih ramping dan modern. Sudut-sudutnya dibuat lebih tumpul, dengan lengkung di sisi kiri dan kanan yang membuat bodi terlihat tipis. Bobotnya cuma 178 gram, terasa solid di tangan, dan finishing matte pada kaca belakang berhasil menolak bekas sidik jari.

Masalahnya, permukaan yang licin tetap menjadi catatan. Saat telapak tangan mulai berkeringat, grip tidak terasa aman. Skenario ponsel jatuh cukup masuk akal terjadi, meski TECNO sudah membekalinya dengan sertifikasi MIL-STD-810H untuk ketahanan jatuh. Opsi warna Nebula Titanium dan Cyprus Green sama-sama menarik, dan desain bodi belakangnya tidak sekadar meniru iPhone.

Layar AMOLED 1.5K 144Hz: Mulus, Tapi Always-On Display Masih Kaku

Panel AMOLED 1.5K berukuran 6,78 inci ini punya refresh rate 144Hz, dukungan HDR10+, dan PWM dimming 2160Hz yang mengurangi efek flicker di cahaya redup. Bezel keempat sisinya tipis dan simetris, membuat dimensi layar terasa luas tanpa misstouch—masalah yang sering muncul di layar lengkung generasi sebelumnya.

Reproduksi warnanya vibrant, dengan opsi profil warna tambahan yang lebih pekat. Layarnya dilindungi Gorilla Glass 7i, dan meski tidak ada pelindung bawaan pabrik, TECNO menyertakan tempered glass terpisah di dalam dus. Secara subjektif, perbedaan 144Hz vs 120Hz sulit dirasakan dalam pemakaian harian, tapi tetap menjadi nilai plus di kelasnya.

Kelemahan yang sama dari ponsel Transsion Group lain masih ada di sini: mode always-on display tidak bisa menyala terus-menerus. Fitur ini hanya aktif beberapa detik setelah layar mati. Tidak ada opsi untuk membuatnya selalu tampil, yang terasa aneh untuk sebuah fitur bernama "always-on".

Kamera Periskop 50MP: Senjata Utama di Kelas Menengah

Ini bagian yang paling menarik. TECNO CAMON 50 Pro 5G dibekali tiga kamera belakang: sensor utama Sony LYT-700C 50MP f/1.8 dengan OIS, telefoto periskop 50MP (Omnivision OV50M) f/2.2 dengan 3x optical zoom, dan ultra-wide 8MP (GalaxyCore) f/2.2 tanpa autofokus. Kamera depannya 50MP dengan sudut pandang lebar, autofokus, dan perekaman video 4K30.

Kehadiran telefoto periskop di harga Rp 5 jutaan adalah pembeda utama. Hasil zoom 3x optical terlihat tajam dan detail, sesuatu yang sulit dicari kompetitor langsung di kelas yang sama. Sensor ultra-wide 8MP justru menjadi titik terlemah—secara hardware terlihat inferior, dan ketiadaan autofokus membuat penggunaannya terbatas untuk foto jarak dekat.

Kamera selfie 50MP bukan sekadar resolusi tinggi. Autofokus dan sudut pandang lebar membuatnya fleksibel untuk berbagai skenario, termasuk vlogging dengan kualitas 4K. Secara keseluruhan, setup kamera ini memang paling superior di segmennya, tapi bukan tanpa kompromi.

Baterai dan Fitur AI: Tahan Seharian dengan Catatan Pengisian

TECNO tidak menyebutkan kapasitas baterai secara spesifik di bahan review ini, tapi klaim resminya adalah daya tahan seharian penuh untuk pemakaian normal. Dalam pengujian singkat saya, kombinasi layar 144Hz dan chipset 5G kelas menengah masih mampu bertahan dari pagi hingga malam untuk aktivitas media sosial, fotografi, dan navigasi.

Fitur AI yang dibawa cukup lengkap untuk kelas menengah, mulai dari asisten fotografi hingga pengoptimalan sistem. Sayangnya, tidak ada detail spesifik soal kecepatan charging atau watt pengisian daya di materi ulasan ini. Yang jelas, paket penjualan sudah termasuk casing dan tempered glass premium, nilai tambah yang jarang diberikan kompetitor.

Kelebihan dan Kekurangan TECNO CAMON 50 Pro 5G

  • Kelebihan: Kamera telefoto periskop 3x optical zoom langka di kelas Rp 5 jutaan
  • Kelebihan: Sertifikasi IP69K dan MIL-STD-810H untuk ketahanan debu, air, dan jatuh
  • Kelebihan: Layar AMOLED 1.5K 144Hz dengan PWM dimming 2160Hz yang ramah mata
  • Kelebihan: Paket penjualan lengkap dengan casing premium dan tempered glass
  • Kekurangan: Sensor ultra-wide 8MP tanpa autofokus terasa inferior dibanding kamera lain
  • Kekurangan: Bodi belakang licin, grip kurang solid terutama untuk tangan basah
  • Kekurangan: Always-on display tidak bisa menyala terus-menerus

Verdict: Untuk Siapa Ponsel Ini Layak Dibeli?

TECNO CAMON 50 Pro 5G jelas ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan fleksibilitas kamera, terutama zoom, tanpa harus merogoh kocek ke kelas flagship. Di harga Rp 5 jutaan, kombinasi periskop 3x, layar AMOLED 144Hz, dan ketahanan IP69K sulit ditandingi. Ini juga pilihan menarik bagi mereka yang sadar gaya dan ingin desain berbeda dari kompetitor.

Namun, kalau kebutuhan utama Anda adalah foto ultra-wide yang detail atau gaming berat dengan thermal yang stabil, ponsel ini bukan pilihan terbaik. Sensor ultra-wide 8MP akan terasa membatasi, dan Anda mungkin perlu mempertimbangkan opsi lain yang lebih fokus ke performa murni. TECNO CAMON 50 Pro 5G adalah kamera ponsel yang kebetulan bisa untuk telepon, bukan sebaliknya.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gizmologi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks