Pencarian

5 Fakta Kerja Sama Kopi Garut ke Jepang, Luas Lahan hingga Proses Penjajakan yang Masih Berjalan

Selasa, 08 September 2026 • 23:17:31 WIB
5 Fakta Kerja Sama Kopi Garut ke Jepang, Luas Lahan hingga Proses Penjajakan yang Masih Berjalan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ardhy Firdian menyampaikan kesiapan produksi kopi untuk ekspor ke Jepang di Garut, Jawa Barat, Selasa.

Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan siap memenuhi kebutuhan komoditas kopi untuk permintaan ekspor ke Jepang yang saat ini masih dalam proses penjajakan kerja sama. Kesiapan ini menindaklanjuti kunjungan Wali Kota Sue Machi, Prefektur Fukuoka, Shuichi Hiramatsu ke Garut pada Agustus 2026 lalu.

GARUT — Peluang ekspor kopi Garut ke Jepang kian terbuka setelah adanya penjajakan kerja sama antara Pemkab Garut dengan Pemerintah Kota Sue Machi, Prefektur Fukuoka. Dispertan Garut memastikan kapasitas produksi daerahnya mampu memenuhi permintaan, meski sejumlah detail teknis masih menunggu kepastian dari pihak Jepang.

Kepala Dispertan Kabupaten Garut Ardhy Firdian mengatakan, secara produksi, Garut sangat memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "Kalau dari kita secara produksi sangat memungkinkan, tinggal kebutuhan kopi yang diinginkan oleh Jepang itu seperti apa," ujarnya di Garut, Selasa.

Luas Lahan Kopi Garut Capai Ribuan Hektare

Data Dispertan Garut mencatat, pada 2025 luas lahan kopi arabika mencapai 6.651,50 hektare. Dari luas tersebut, lahan yang sudah menghasilkan mencapai 4.027 hektare dengan total produksi 3.244,35 ton.

Sementara untuk jenis robusta, luas areal keseluruhan tercatat 715,28 hektare. Luas tanaman yang menghasilkan mencapai 529,68 hektare dengan produksi 469,41 ton atau produktivitas total 886,21 kg per hektare.

Kontak dengan Produsen Sudah Dimulai Jauh Hari

Ardhy mengungkapkan, penjajakan kerja sama sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan sebelum kunjungan resmi Wali Kota Sue Machi ke Garut. Pihak Jepang disebut telah melakukan kontak langsung dengan sejumlah produsen kopi di Kabupaten Garut.

"Secara umum pihak Jepang sudah melakukan kontak dengan pihak produsen kopi yang ada di sini, karena penjajakannya sudah dilaksanakan jauh hari sebelumnya," katanya.

Menunggu Spesifikasi Jenis dan Pengolahan dari Jepang

Hingga saat ini, Dispertan Garut masih menunggu tindak lanjut dari pihak Jepang terkait spesifikasi kopi yang diinginkan. Hal ini dinilai krusial karena akan menentukan nilai jual komoditas tersebut.

"Tinggal kualitas serta jenis pengolahan yang diinginkan seperti apa. Selain itu faktor harga juga sangat menentukan," kata Ardhy menambahkan.

Dispertan Garut berkomitmen menjaga kualitas kopi yang dihasilkan di tanah Garut untuk mendukung kelancaran program kerja sama ini.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks