JAWA BARAT — PT Toyota Astra Motor (TAM) memperbarui patokan harga seluruh modelnya untuk periode September 2026. Seluruh bandrol yang diterbitkan berstatus On The Road Jakarta, artinya biaya pajak kendaraan bermotor, SWDKLLJ, dan administrasi BPKB sudah termasuk sehingga konsumen bisa langsung membawa pulang unit.
Yang menarik dari daftar kali ini, Toyota mempertegas posisinya di segmen elektrifikasi. Pilihan mesin tidak lagi sekadar bensin konvensional, melainkan juga Hybrid EV dan Battery EV yang tersebar di berbagai kategori. Mulai dari MPV keluarga seperti Veloz, SUV perkotaan seperti Yaris Cross, sampai mobil niaga Hilux.
Agya dan Calya Tetap Jadi Pintu Masuk Kepemilikan Toyota
Untuk konsumen yang mencari mobil pertama atau kendaraan harian, lini hatchback dan city car masih menjadi pilihan paling ekonomis. New Agya Stylix dibanderol mulai Rp 173,8 juta, bersaing ketat dengan New Calya di segmen LCGC yang dibuka dari Rp 170,2 juta.
Bagi yang menginginkan tampilan lebih sporty, New Agya GR Sport tersedia di harga Rp 237,6 juta. Naik ke kelas lebih tinggi, New Yaris GR Sport dipatok Rp 347,4 juta. Di puncak performa segmen ini, ada New GR Yaris dengan harga Rp 1,17 miliar dan New GR Corolla yang menyentuh Rp 1,37 miliar.
MPV Keluarga: Avanza hingga Alphard Hybrid EV
Segmen MPV tetap menjadi tulang punggung penjualan Toyota di Indonesia. All New Avanza dibuka dari Rp 243,7 juta, sementara saudaranya yang lebih mewah, New Veloz Hybrid EV, mulai dari Rp 303 juta. Kijang Innova lawas masih dijual dengan bandrol Rp 417,8 juta, melengkapi All New Kijang Innova Zenix yang mulai Rp 437,3 juta.
Bagi keluarga besar yang menginginkan kabin lebih lega, New Alphard XE dibanderol Rp 1,28 miliar. Versi Hybrid EV-nya ditawarkan mulai Rp 1,38 miliar, dan puncaknya New Alphard Hybrid EV menyentuh Rp 1,73 miliar. Vellfire Hybrid EV melengkapi lini premium dengan harga Rp 1,87 miliar.
Raize hingga Land Cruiser: Pilihan SUV dari Rp 243 Juta sampai Rp 2,7 Miliar
Di segmen SUV, New Raize G menjadi entry point dengan harga Rp 243,5 juta. Varian GR Sport-nya dibanderol Rp 292,1 juta, sedikit di atas New Rush GR Sport yang dipatok Rp 289,4 juta. New Yaris Cross hadir dari Rp 359,7 juta, dengan opsi Hybrid EV mulai Rp 399 juta hingga Rp 448,8 juta untuk varian S.
Untuk kebutuhan medan berat, New Fortuner G dibuka dari Rp 583,7 juta dan New Fortuner GR Sport di puncak Rp 782,6 juta. Toyota juga memasarkan New Land Cruiser dengan harga Rp 2,63 miliar, atau pilih versi Hybrid EV senilai Rp 2,71 miliar.
Urban Cruiser dan bZ4X: Dua Opsi Mobil Listrik Murni Toyota
Toyota serius bermain di segmen Battery EV. New Urban Cruiser menjadi opsi termurah dengan bandrol Rp 759 juta. Satu level di atasnya, bZ4X dibanderol Rp 799 juta, dan varian Touring-nya naik ke Rp 889 juta.
Menariknya, Toyota juga menghadirkan New Hilux Battery EV di segmen komersial dengan harga Rp 1,01 miliar. Ini menandakan elektrifikasi tidak hanya menyasar kendaraan penumpang, tetapi juga armada niaga.
Vios Hybrid EV Jadi Sedan Paling Terjangkau, GR 86 untuk Performa Murni
Di lini sedan, All New Vios versi bensin dibuka dari Rp 375,8 juta. Konsumen yang ingin beralih ke elektrifikasi bisa memilih New Vios Hybrid EV di angka Rp 460 juta. Naik ke kelas menengah, New Corolla Altis Hybrid EV dibanderol Rp 639,2 juta, sementara varian GR Sport-nya dipatok Rp 646,6 juta.
New Camry masih melayani pasar sedan premium dengan harga Rp 855,8 juta, atau pilih versi Hybrid EV senilai Rp 976,1 juta. Bagi penggemar performa, All New GR 86 tetap jadi andalan dengan harga Rp 1,05 miliar.
Hilux Rangga Paling Murah untuk Kebutuhan Niaga
Untuk usaha dan armada, All New Hilux Rangga menjadi pilihan paling terjangkau dengan harga mulai Rp 194,3 juta. New Hilux S Cab dibanderol Rp 416,8 juta dan versi D Cab Rp 466,3 juta. Toyota juga memasarkan New Dyna untuk kebutuhan angkutan berat di harga Rp 509,3 juta.
Untuk angkutan orang, New Hiace Commuter tersedia mulai Rp 575,4 juta, sedangkan versi Premio yang lebih mewah dipatok Rp 678,8 juta. Seluruh harga tersebut merupakan patokan resmi dan dapat berbeda di masing-masing dealer tergantung kebijakan dan status kepemilikan kendaraan.