JAWA BARAT — Lebih dari lima minggu pasca kejadian, proses investigasi internal BYD atas kasus mobil listrik Seal yang terbakar di ruas Tol Jakarta-Cikampek belum menemukan titik terang. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyampaikan bahwa tim teknis masih mendalami pemeriksaan terhadap unit yang terbakar.
Kendala utamanya adalah kondisi fisik kendaraan yang sudah tidak utuh lagi. Tingkat kerusakan akibat api disebut mencapai lebih dari 70 persen, sehingga menyulitkan proses analisis awal.
“Kendaraan damage-nya sudah lebih dari 70 persen, perlu waktu untuk melakukan investigasi yang lebih mendalam,” kata Luther di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Kemendag Sudah Panggil BYD pada Agustus
Insiden kebakaran ini tak hanya ditangani internal perusahaan. Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) telah memanggil PT BYD Motor Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Pertemuan itu berlangsung sekitar dua pekan setelah kejadian. Pemerintah meminta klarifikasi soal penanganan konsumen dan perkembangan pemeriksaan teknis atas kendaraan yang terbakar tersebut.
Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag, Immanuel Tarigan Sibero, menyatakan langkah ini diambil untuk memastikan hak konsumen terpenuhi serta mendapat tindak lanjut nyata dari pelaku usaha.
Kronologi Penyelamatan Pengemudi
Meski penyebab pasti belum diketahui, BYD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sistem kendaraan sempat mendeteksi kondisi tidak normal sebelum api membesar, sehingga pengemudi memiliki waktu untuk keluar dari mobil.
“Prioritas kita adalah keamanan pelanggan,” ujar Luther.
Proses penanganan konsumen juga berjalan cepat. Pihak konsumen sempat menghubungi pusat layanan BYD, dan dealer merespons dalam waktu kurang dari satu jam setelah kejadian. Selama proses investigasi, konsumen tersebut mendapatkan dukungan berupa kendaraan sementara dari dealer.
Konsumen Kembali Pakai Mobil BYD
Menariknya, konsumen yang mobilnya terbakar itu tak kapok. BYD menyebut yang bersangkutan telah kembali menggunakan produk perusahaan sekitar dua minggu setelah insiden terjadi.
“Saat ini yang bersangkutan telah menggunakan kembali produk BYD,” kata Luther.
Atas insiden ini, BYD menilai kejadian tersebut merupakan kasus yang jarang terjadi. Perusahaan masih melanjutkan pemeriksaan untuk mencari pemicu kebakaran secara lebih mendalam. Untuk kerugian material, kendaraan yang terbakar telah ditanggung oleh asuransi.
Hingga awal September 2026, belum ada pernyataan resmi dari BYD mengenai penyebab pasti kebakaran. Publik masih menunggu hasil investigasi yang dijanjikan lebih transparan setelah proses pemeriksaan teknis selesai dilakukan.