BANDUNG — Distribusi air bersih menjadi kebutuhan krusial di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Tempo Scan Group merespons kondisi ini melalui program bertajuk "Mengalirkan Harapan, Menjaga Kehidupan" yang berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Dasarian I Agustus 2026 sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 76,5 persen luas daratan Indonesia telah memasuki puncak kemarau. Kondisi ini memicu penurunan ketersediaan air tanah di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa yang masuk kategori "Awas" dan "Waspada".
Dampak Kekeringan bagi Kebutuhan Rumah Tangga
Keterbatasan akses air bersih memukul langsung kebutuhan dasar warga, mulai dari minum, memasak, hingga menjaga kebersihan diri. Ketika sumber air mengering, masyarakat terpaksa mencari sumber alternatif atau membeli air untuk kebutuhan harian, yang pada akhirnya menambah beban ekonomi keluarga.
Bantuan yang disalurkan ke 40 titik prioritas ini menyasar wilayah terdampak seperti Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DI Yogyakarta).
Lokasi Prioritas Penyaluran Air Bersih
Pendistribusian air bersih dilakukan secara bertahap selama dua bulan untuk memastikan warga yang paling membutuhkan mendapatkan pasokan lebih dulu. Wilayah dengan kategori ketersediaan air tanah "Awas" menjadi fokus utama dalam penjadwalan distribusi.
Program ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan warga selama masa kritis, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau sumber air alternatif.