PANGANDARAN — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Kabupaten Pangandaran dinilai punya peran strategis yang jauh melampaui fungsi fisik bangunan kampus. Kehadirannya disebut sebagai jembatan yang mempertemukan nilai-nilai keagamaan, kelestarian adat Nusantara, dan kemajuan sektor pariwisata Jawa Barat.
Dasep S Ubaidillah menyebut peran ISBI bersifat mendalam secara epistemologis dan kultural bagi wilayah pesisir. Menurutnya, sejarah mencatat perkembangan Islam di Nusantara justru tumbuh pesat karena mampu merangkul dan memberi ruh pada tradisi lokal yang sudah mengakar.
Benteng Akademis untuk Adat Sunda Pesisiran
Kampus ISBI di Pangandaran diharapkan menjadi ruang akademis yang serius merawat kearifan lokal adat Sunda pesisiran. Dasep menekankan bahwa tradisi ini harus terus berjalan selaras dengan nilai-nilai moral keagamaan, bukan justru tergerus oleh arus modernisasi.
“ISBI hadir sebagai benteng akademis yang mengkaji, mendokumentasikan, dan merevitalisasi seni tradisi. Langkah ini memastikan pariwisata Pangandaran memiliki ruh dan identitas yang kuat, bukan sekadar komersialisasi alam,” jelasnya kepada Harapan Rakyat, Jumat (28/8/2026).
Menjawab Tantangan Arus Budaya Asing
Sebagai etalase pariwisata internasional di Jawa Barat, Pangandaran memang menghadapi gempuran interaksi budaya asing yang masif. Tanpa penguatan basis kebudayaan, identitas lokal dikhawatirkan rentan terkikis zaman.
Dasep menyoroti pentingnya pengembangan cultural and heritage tourism. Destinasi wisata kelas dunia tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam seperti pantai, tetapi juga membutuhkan kedalaman budaya sebagai daya tarik utama.
Kolaborasi Tiga Pilar untuk Ekonomi Warga
Ia meyakini kolaborasi antara akademisi, masyarakat adat, dan pemerintah melalui ISBI mampu melahirkan atraksi seni budaya berkelas. Atraksi ini diharapkan tidak hanya memuliakan tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga lokal.
“Pembangunan peradaban yang harmonis membutuhkan keterpaduan antara kedalaman agama, keluhuran adat, dan keluasan ilmu pengetahuan. Kehadiran kampus ISBI di Pangandaran merupakan bentuk investasi masa depan, agar masyarakat Jawa Barat tetap berbudaya, religius, dan sejahtera,” pungkasnya.