DEPOK — SDIT Bina Mandiri kembali mencatatkan namanya di kancah nasional. Empat siswa sekolah yang berlokasi di Sawangan ini sukses membawa pulang medali dari Kejuaraan Pencak Silat BNN Cup 7 yang digelar tahun 2026, setelah bersaing ketat dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Keempat siswa tersebut adalah Abista Anandya Azzahra Purwanto yang menyabet medali emas, serta Rania Sekar Karima, Attar Rafly Nugroho, dan Alula Ocean Estrada yang masing-masing meraih medali perak. Capaian ini menjadi modal berharga bagi sekolah untuk terus mengembangkan potensi nonakademik para siswanya.
Modal Penting di Luar Akademik
Guru SDIT Bina Mandiri, Dede Sulaiman, mengungkapkan kebanggaannya atas perjuangan para atlet muda tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari latihan keras dan kedisiplinan yang telah ditanamkan kepada siswa.
“Dalam ajang bergengsi tersebut, para atlet muda SDIT Bina Mandiri menunjukkan semangat juang, disiplin, keberanian, serta kemampuan terbaiknya dalam menghadapi peserta dari berbagai daerah. Perjuangan dan latihan yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan,” ungkap Dede di sekolahnya, Senin (24/8/2026).
Dede menambahkan, raihan ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SDIT Bina Mandiri mampu berprestasi di berbagai bidang. “Perolehan tersebut menjadi bukti bahwa siswa SDIT Bina Mandiri tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga, khususnya seni bela diri pencak silat,” ujarnya.
Menjadi Motivasi untuk Raih Prestasi Lebih Tinggi
Keberhasilan di ajang BNN Cup 7 diharapkan menjadi pijakan awal bagi para siswa untuk menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Pihak sekolah pun berharap pencapaian ini mampu memicu semangat siswa lainnya untuk mengasah bakat masing-masing.
“Selamat kepada para juara. Semoga prestasi di BNN Cup 7 Tahun 2026 menjadi langkah awal untuk meraih lebih banyak prestasi di tingkat yang lebih tinggi serta terus mengharumkan nama SDIT Bina Mandiri,” tutup Dede.
Dengan adanya prestasi ini, SDIT Bina Mandiri menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental melalui pembinaan olahraga sejak dini.