JAKARTA — Komisi III DPRD Jawa Barat tidak hanya menyoroti angka laba, tetapi juga memastikan tata kelola Bank BJB tetap profesional dan akuntabel. Rapat kerja yang digelar di kantor cabang Rasuna Said, Jakarta, itu menjadi ajang pemetaan tantangan operasional yang dihadapi bank milik pemerintah daerah tersebut di lapangan.
Fokus Evaluasi: Efektivitas Program dan Kontribusi ke PAD
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M, menyatakan bahwa fungsi pengawasan legislatif dilakukan secara konstruktif. BUMD seperti Bank BJB harus mampu menjaga stabilitas keuangan dan meningkatkan daya saing di industri perbankan nasional.
“Rapat kerja bersama Bank BJB Cabang Rasuna Said di DKI Jakarta ini penting untuk meninjau langsung capaian kinerja bank selama triwulan I tahun 2026. Selain itu, kami juga memetakan berbagai tantangan operasional yang dihadapi di lapangan dalam pelaksanaan program kerja mereka,” ujar Tina selepas rapat.
Target 2027: Sinergi Legislatif-Manajemen untuk Ekonomi Daerah
Selain evaluasi triwulan, pertemuan ini membahas rencana strategis Bank BJB hingga tahun 2027. Fokus utama diskusi adalah penguatan sinergi antara legislatif dan manajemen bank untuk mendongkrak kualitas layanan perbankan serta memperkokoh good corporate governance (GCG).
Menurut Tina, hasil evaluasi ini akan menjadi bahan perbaikan strategi manajemen ke depan. Ia menekankan bahwa Bank BJB harus terus tumbuh sebagai lembaga keuangan daerah yang profesional dan adaptif terhadap kebutuhan riil masyarakat maupun dunia usaha di Jawa Barat.
Dampak Langsung: Stabilitas Keuangan dan Nilai Tambah PAD
Komisi III berkomitmen mengawal performa Bank BJB secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar BUMD tersebut mampu memberikan nilai tambah signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat. “Kami berharap Bank BJB bisa menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan daerah,” pungkas Tina.
Rapat kerja ini menjadi sinyal bahwa DPRD Jabar tidak sekadar menjadi mitra pasif, tetapi aktif mendorong BUMD untuk berkinerja lebih baik demi pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.