BANDUNG — Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyiagakan 2.000 personel untuk mengamankan pertandingan terakhir Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5). Pengamanan diperketat menyusul pengalaman sebelumnya di mana euforia kemenangan sering terpusat di kawasan Dago Cikapayang.
"Antisipasi kegiatan setelah pertandingan, berkaca dari pengalaman sebelumnya di mana biasanya terjadi euforia masyarakat yang terpusat di kawasan Dago Cikapayang," ujar Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol. La Ode Aries di Bandung, Kamis (21/5).
Empat Ring Pengamanan di Sekitar Stadion
Pola pengamanan di Stadion GBLA dibagi menjadi empat ring yang membentang dari area luar stadion hingga ke pintu masuk tribun penonton. Aparat keamanan juga akan melakukan sterilisasi untuk memastikan seluruh penonton mematuhi regulasi yang berlaku.
Kapasitas stadion dibatasi maksimal 32.000 penonton atau 75 persen dari kapasitas total. Polisi mengimbau pendukung yang tidak memiliki tiket resmi untuk tidak memaksakan diri datang ke kawasan stadion.
Barang Terlarang dan Sanksi Berat bagi Pelanggar
Penonton dilarang membawa barang berbahaya seperti flare, kembang api, atau benda yang dapat dilempar ke dalam stadion. Minuman dalam kemasan botol plastik dan kaleng juga tidak diperbolehkan masuk ke tribun.
"Penonton dilarang membawa barang berbahaya seperti flare, kembang api ataupun benda yang dapat dilempar ke dalam stadion. Selain itu, minuman dalam kemasan botol plastik dan kaleng juga tidak diperbolehkan masuk ke tribun," kata Aries.
Polda Jabar bersama panitia pelaksana (panpel) dan perwakilan suporter Bobotoh telah menyepakati sanksi berat bagi pelanggar. Penonton yang terbukti membawa barang berbahaya akan dicabut hak menontonnya.
"Kami sudah bersepakat dengan panitia pelaksana dan pihak Bobotoh bahwa apabila ditemukan membawa barang berbahaya seperti flare dan benda-benda yang bisa dilempar, maka akan dilakukan tindakan tegas berupa pencabutan hak menonton," tegasnya.
Nobar di Kantor Kelurahan Jadi Alternatif
Bagi pendukung yang tidak kebagian tiket, pemerintah daerah bersama aparat kewilayahan telah menyiapkan titik-titik nonton bareng (nobar) di sejumlah kantor kelurahan dan kantor kepolisian terdekat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penumpukan massa di luar stadion sekaligus meredam potensi kericuhan.