BOGOR — Pembangunan Jembatan Situ Nanggerang di Kabupaten Bogor memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan pemenang tender proyek yang membentang di ruas Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang), Kecamatan Tajurhalang. Proyek ini menjadi salah satu prioritas daerah dan masuk dalam pengawasan Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kontrak Segera Ditandatangani Setelah Masa Sanggah Berakhir
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, mengonfirmasi bahwa proses masa sanggah telah selesai pada Jumat, 12 Juni 2026. Tidak ada satu pun peserta lelang yang mengajukan keberatan. “Setelah tidak ada lagi yang menyanggah, kita sudah bisa berkontrak dengan pemenang kegiatan,” ujar Suryanto.
Pemenang tender adalah PT Dika Karya Utama. Perusahaan tersebut akan segera memulai pekerjaan setelah proses kontrak ditandatangani. Nilai kontrak proyek ini mencapai sekitar Rp 60 miliar.
Spesifikasi Jembatan: Panjang 100 Meter, Lebar 8 Meter
Jembatan Situ Nanggerang dirancang memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 8 meter dan bentang sekitar 120 meter. Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama enam bulan. Dengan jadwal tersebut, pembangunan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
Proyek ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Suryanto menegaskan bahwa jembatan ini menjadi program prioritas pemerintah daerah. “Jembatan ini juga menjadi program prioritas pemerintah daerah dan masuk ke dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK,” katanya.
Target Berikutnya: Flyover Bomang Seberangi Jalur Kereta
Setelah pembangunan Jembatan Situ Nanggerang dimulai, Dinas PU Kabupaten Bogor juga menyiapkan proyek besar lainnya. Mereka menargetkan pembangunan flyover Bomang yang akan melintasi jalur kereta api milik PT KAI. “Mudah-mudahan tahun depan,” kata Suryanto.
Flyover tersebut direncanakan untuk mengurai kemacetan di perlintasan sebidang yang kerap menjadi titik rawan kecelakaan dan antrean panjang kendaraan. Keberadaan flyover diharapkan melengkapi fungsi Jembatan Situ Nanggerang dalam meningkatkan konektivitas di kawasan selatan Bogor.
Manfaat bagi Warga: Akses Lebih Cepat dan Aman
Jembatan Situ Nanggerang di ruas Bomang selama ini menjadi jalur vital bagi warga yang bepergian antara Bojonggede dan Kemang. Kondisi jalan yang padat dan sering tergenang air saat hujan membuat mobilitas warga terganggu. Dengan hadirnya jembatan baru, akses di kawasan itu diharapkan lebih cepat dan aman.
Proyek ini juga menjadi perhatian KPK melalui program MCP. Artinya, proses pengadaan dan pelaksanaan konstruksi akan diawasi secara ketat untuk mencegah praktik korupsi. Hal ini menjadi jaminan transparansi bagi publik.