TASIKMALAYA — Puluhan pimpinan pondok pesantren se-Kecamatan Tamansari berkumpul dalam forum silaturahmi yang digagas Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Tasikmalaya. Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Raudlatut Ta'alum ini juga dihadiri jajaran Muspika Kecamatan Tamansari sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan pesantren di wilayah tersebut.
Ketua FPP Kota Tasikmalaya, KH Nono Nurul Hidayat, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi kebutuhan mendesak agar pesantren mampu menjawab tantangan zaman. Namun, kata dia, transformasi tersebut tidak boleh menghilangkan identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam.
"Melalui silaturahmi ini kami ingin membangun komunikasi yang lebih intensif antarpesantren, memperkuat koordinasi, sekaligus mendorong kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Pendataan dan Koordinasi Jadi Agenda Utama
Forum ini tidak sekadar ajang bertukar sapa. FPP memanfaatkan pertemuan tersebut untuk melakukan pendataan pesantren di Tamansari sekaligus menyusun peta koordinasi antarpesantren. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sinergi yang lebih terarah dalam pembinaan santri dan dakwah di tingkat kecamatan.
Beberapa persoalan yang kerap dihadapi pesantren turut mengemuka dalam diskusi. Mulai dari tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu pendidikan, hingga pengembangan fungsi pesantren sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota: Pesantren Mitra Strategis Pembangunan
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengapresiasi inisiatif FPP yang dinilainya mampu memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan Islam. Ia menilai kolaborasi yang terjalin antara pesantren dan pemerintah akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan sumber daya manusia di Kota Tasikmalaya.
"Kami berharap sinergi antara pesantren, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan Kota Tasikmalaya," paparnya.
Suasana kekeluargaan mewarnai jalannya forum yang juga menjadi ruang bertukar gagasan dan menyamakan komitmen antarpesantren. FPP berharap kolaborasi ini semakin mengukuhkan posisi pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan masyarakat.