Pencarian

SD Plus Al-Fatwa Bandung Terapkan Program Literasi dan Al-Qur'an Berjenjang untuk Jawab Tantangan Ketergantungan Gawai

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:34:31 WIB
SD Plus Al-Fatwa Bandung Terapkan Program Literasi dan Al-Qur'an Berjenjang untuk Jawab Tantangan Ketergantungan Gawai
Siswa SD Plus Al-Fatwa membaca buku dalam program Gerakan Literasi Al Fatwa (Geliat) di Bandung, Jawa Barat.

BANDUNG — Yayasan Da'wah Islam Al-Fatwa (YADISAB) Bandung mengembangkan program pendidikan yang memadukan pembiasaan literasi dan kedekatan dengan Al-Qur'an sejak usia dini. Program ini diterapkan secara berjenjang di satuan pendidikan yayasan yang mencakup TK, SD, hingga SIK atau jenjang setara SMP.

Konsep ini sejalan dengan komitmen SD Plus Al-Fatwa yang berdiri sejak 2002 untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dengan ilmu pengetahuan modern. Sekolah menekankan pendidikan keislaman serta pembentukan karakter dalam setiap aktivitas belajarnya.

Pendekatan Literasi Berbeda di Setiap Jenjang

Program literasi di lingkungan Al-Fatwa tidak diseragamkan untuk semua peserta didik. Setiap jenjang memiliki pendekatan yang disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak.

Pada jenjang TK, kegiatan membaca dilakukan dengan pendampingan orang tua. Keterlibatan orang tua menjadi kunci agar kebiasaan membaca terbangun sejak dini.

Sementara itu, siswa SD hingga SIK diberikan waktu khusus untuk membaca. Setelah selesai membaca, mereka tidak hanya diminta menuntaskan bukunya, tetapi juga diarahkan untuk melakukan retelling atau menceritakan kembali isi bacaan.

Pendekatan ini memastikan aktivitas membaca tidak berhenti pada kemampuan mengenali tulisan. Siswa didorong untuk memahami informasi dan mampu menyampaikan kembali apa yang telah dipelajari.

Gerakan Literasi Al Fatwa atau Geliat

Di jenjang SD Plus Al-Fatwa, pengembangan literasi diwujudkan melalui Gerakan Literasi Al Fatwa atau yang akrab disebut Geliat. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan ketergantungan anak terhadap gawai.

Penanggung Jawab Literasi, Numerasi, dan Prestasi SD Plus Al-Fatwa, Siti Kamariah, mengatakan pembiasaan tersebut tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Program literasi dan Al-Qur'an dirancang agar menjadi bagian dari rutinitas siswa sehari-hari.

Dengan begitu, membaca, menghafal, murajaah, hingga menceritakan kembali bacaan dapat berkembang menjadi kebiasaan alami yang melekat pada diri siswa. Hal ini diharapkan mampu membentuk generasi yang qurani sekaligus gemar membaca.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabarekspres.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks