TASIKMALAYA — Para siswa tidak hanya diajak menabung, tetapi juga dilatih membedakan antara kebutuhan dan keinginan saat menggunakan uang saku. Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah Kurnia, menekankan bahwa kebiasaan mengatur keuangan sejak dini menjadi bekal penting bagi pelajar untuk meraih cita-cita.
"Cita-cita tidak hanya membutuhkan semangat untuk belajar, tetapi juga perlu didukung dengan kebiasaan merencanakan keuangan," kata Andriani di Tasikmalaya, Kamis.
Materi Edukasi: dari Uang Saku hingga Ciri-Ciri Judol
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya ini dikemas secara interaktif. Materi yang disampaikan dekat dengan keseharian pelajar, mulai dari cara mengatur uang saku, menyisihkan penghasilan untuk ditabung, hingga memahami pentingnya perencanaan keuangan.
"Mulailah dari hal sederhana, atur uang saku, sisihkan untuk menabung dan jangan mudah menghabiskan uang hanya karena mengikuti keinginan," ujar Andriani.
Waspadai Game Berkedok Permainan Daring
OJK Tasikmalaya juga menyisipkan materi tentang bahaya judi online yang kerap menyasar anak muda. Modusnya kini banyak dikemas menyerupai permainan daring (game online) sehingga tampak menarik dan tidak berbahaya.
Para pelajar diberikan pemahaman tentang ciri-ciri yang perlu diwaspadai. Di antaranya, permainan yang meminta deposit untuk memperoleh peluang mendapatkan uang atau hadiah, menawarkan keuntungan secara cepat, serta mendorong pemain untuk terus mempertaruhkan uang setelah mengalami kekalahan.
"Kalau sebuah 'game' meminta kita mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar berdasarkan hasil permainan atau keberuntungan, itu sudah menjadi tanda yang harus diwaspadai," tegas Andriani.
Sekolah Sambut Baik Pembekalan Kecakapan Hidup
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Heri Haerudin, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan edukasi ini. Menurutnya, pemahaman tentang pengelolaan uang dan bahaya judi daring merupakan kecakapan hidup yang krusial bagi peserta didik.
"Anak-anak tidak hanya perlu dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup. Pemahaman mengelola uang dan mengenali bahaya judi online penting agar mereka mampu mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depannya," kata Heri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK Tasikmalaya dalam memperkuat budaya menabung di kalangan pelajar sekaligus melindungi generasi muda dari jerat finansial berisiko tinggi.