Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung memamerkan 37 karya fotografi mahasiswa dari 18 perguruan tinggi dalam Festival Fotografi Kampus 2026 di Geotheater Hawu Pabeasan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pameran berlangsung 2-3 Oktober 2026 itu merupakan penyelenggaraan ketiga dan pertama kalinya peserta diperluas dari kampus berbagai daerah di Indonesia.
BANDUNG BARAT — Ketua PFI Bandung Raisan Al Farisi menyebut puluhan karya yang dipajang merupakan hasil kurasi dari 270 foto yang dikirimkan peserta. Proses seleksi dilakukan oleh Biawi Harta dan Ivan Shasti selama dua hari penyelenggaraan.
"Selama dua hari, kami mengadakan pameran foto yang menampilkan 37 karya dari 270 karya yang telah dikurasi oleh Biawi Harta dan Ivan Shasti," ujar Raisan di Bandung Barat, Sabtu.
Empat Kategori dengan Karya Terbaik Masing-Masing
Karya yang dipamerkan terbagi dalam empat kategori: jurnalistik, portrait photography, street photography, dan landscape. Setiap kategori memiliki karya terbaik yang dipilih dari hasil kurasi.
Kategori jurnalistik dimenangkan karya yang mengangkat persoalan kekeringan di Surakarta, Jawa Tengah. Sementara kategori portrait photography menampilkan kisah seorang ibu yang kehilangan anaknya dalam peristiwa penembakan saat demonstrasi di Trisakti.
Kisah di Balik "Menolak Mati Ingatan"
Mahasiswa pemenang kategori portrait photography, Fajar Hadi Ramadhani, mengangkat kisah tersebut melalui karya berjudul "Menolak Mati Ingatan". Karya itu menampilkan sang ibu bersama foto anaknya dan museum kecil berisi penghargaan serta barang peninggalan anaknya.
"Kenapa diberi judul 'Menolak Mati Ingatan'? Karena saya ingin menggambarkan bagaimana beliau berusaha agar anaknya tidak dilupakan," ujar Fajar.
Camping hingga Hunting Foto di Kawasan Gunung Hawu
Festival Fotografi Kampus 2026 tidak hanya diisi pameran. Panitia juga menggelar kegiatan camping, diskusi, serta hunting foto bersama peserta ke kawasan Gunung Hawu Pabeasan.
Raisan menjelaskan penyelenggaraan festival tahun ini merupakan yang ketiga. Untuk pertama kalinya, PFI Bandung memperluas keterlibatan peserta dari kampus di berbagai daerah di Indonesia.
Regenerasi Pewarta Foto di Tengah Tekanan AI
Perluasan peserta menjadi bagian dari upaya PFI Bandung menumbuhkan ketertarikan mahasiswa terhadap fotografi sekaligus menyiapkan regenerasi pewarta foto. Raisan menyebut regenerasi menjadi perhatian karena perkembangan teknologi kecerdasan buatan turut mengubah dunia fotografi, termasuk pekerjaan pewarta foto.
"Kami berpikir tentang regenerasi ke depan. Siapa yang akan meneruskan pekerjaan kita? Jangan sampai pekerjaan ini nantinya digantikan oleh AI," ujarnya.
Menurut Raisan, fotografi jurnalistik memiliki tantangan tersendiri karena pewarta foto harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi yang direkam sesuai fakta.
"Sebagai pewarta foto yang bekerja di lapangan, kita wajib melakukan cross-check secara langsung di lapangan. Justru di situlah tantangannya," katanya.
Ruang Belajar Fotografi Jurnalistik bagi Mahasiswa
Melalui Festival Fotografi Kampus 2026, PFI Bandung berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan fotografi. Peserta juga diajak mengenal fotografi jurnalistik sebagai bagian dari kerja jurnalistik yang mengedepankan fakta dan verifikasi.