KUNINGAN — Program Auto Japan Class dirancang sebagai sistem terintegrasi, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, penguasaan bahasa Jepang, hingga pengenalan budaya dan etos kerja masyarakat Jepang. Selama ini sekolah memfasilitasi alumni yang berminat bekerja ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) penyalur tenaga kerja.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Hubungan Industri Dedi Nurwiandi menyatakan persiapan menuju dunia kerja Jepang tidak lagi dilakukan setelah siswa lulus, tetapi dibangun sejak masih menempuh pendidikan.
"Kita ingin semuanya masuk dalam sebuah sistem yang terintegrasi, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, penguasaan bahasa Jepang, hingga pengenalan budaya dan etos kerja masyarakat Jepang," ujar Dedi, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Didit Aditia dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Sugianda.
Dari Jalur LPK ke Kelas Khusus Terintegrasi
Sebelumnya, alumni SMK Auto Matsuda yang berminat bekerja di Jepang diarahkan mengikuti pelatihan melalui LPK penyalur yang telah bekerja sama dengan sekolah. Dedi menyebut langkah baru ini sebagai upaya yang lebih maju dan terintegrasi.
Melalui Auto Japan Class, peserta didik dipersiapkan memiliki kompetensi, keterampilan bahasa, pemahaman budaya, serta kesiapan mental dan profesional untuk memasuki dunia kerja di Jepang.
Kepala Sekolah: Banyak Lulusan Sudah Bekerja di Jepang
Kepala SMK Auto Matsuda Abdul Muhyi menegaskan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri merupakan bagian dari komitmen sekolah meningkatkan kualitas lulusan, khususnya dalam aspek kebekerjaan.
"Saat ini sudah banyak lulusan SMK Auto Matsuda yang bekerja di Jepang. Bahkan, animo dan minat siswa untuk berkarier di Jepang terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif," ungkapnya.
Menurut Amuy, sapaan akrabnya, siswa tidak hanya dibekali keinginan bekerja di Jepang, tetapi juga kompetensi, kemampuan bahasa, kedisiplinan, budaya kerja, dan karakter. Ketika lulus, mereka diharapkan sudah punya bekal matang untuk bersaing di dunia kerja internasional.
Program Juga Terbuka untuk Masyarakat Umum
Auto Japan Class ke depan tidak hanya diperuntukkan bagi siswa internal SMK Auto Matsuda. Sekolah membuka peluang bagi masyarakat umum yang berminat mengikuti program persiapan kerja ke Jepang dengan persyaratan dan ketentuan tertentu.
"Harapannya, keberadaan program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga masyarakat secara lebih luas," tambah Amuy.
Jepang Bagian dari Sejarah Berdirinya Auto Matsuda
Ketua Dewan Pembina Yayasan Raihan Matsuda H.T. Mamat Robby Suganda yang menyaksikan langsung prosesi penandatanganan MoU menyampaikan apresiasi atas langkah strategis sekolah. Menurut tokoh yang akrab disapa MR itu, Jepang memiliki hubungan historis erat dengan perjalanan dan filosofi berdirinya SMK Auto Matsuda.
"Jepang tidak bisa dilepaskan dari aspek kesejarahan SMK Auto Matsuda. Bahkan, Jepang merupakan salah satu inspirasi utama lahirnya sekolah ini," ungkapnya.
MR menyebut telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun menjalankan aktivitas bisnis dan membangun hubungan dengan Jepang. Pengalaman itu memberi pelajaran berharga soal budaya kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, profesionalisme, serta semangat meningkatkan kualitas diri.