BANDUNG — Kemenangan enam gol tanpa balas tidak menyelamatkan Malaysia dari kekecewaan. Dua gol pembuka lahir di babak pertama lewat penalti Bergson pada menit ke-8 dan sepakan Wilkin S di menit ke-26. Malaysia menambah empat gol di babak kedua, termasuk dua gol pada menit ke-63 dan menit ke-90, untuk menutup laga dengan skor 6-0.
Hasil di Bandung seolah sudah mengunci posisi Malaysia di puncak klasemen sementara. Namun pertandingan di Jakarta berjalan di luar perhitungan. Indonesia mencetak sembilan gol ke gawang Bangladesh dan menang 9-2, angka yang cukup untuk menyalip Malaysia di klasemen akhir Grup A lewat selisih gol.
Indonesia Lolos Lewat Selisih Gol, Malaysia Runner-up
Malaysia mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga Grup A. Jumlah itu sama dengan yang dikumpulkan Indonesia, tetapi Garuda unggul produktivitas gol sehingga berhak melaju ke final. Malaysia harus puas finis sebagai runner-up dan turun ke laga perebutan tempat ketiga.
Kemenangan besar di Stadion Si Jalak Harupat sempat disambut gembira para pemain Malaysia. Suasana berubah setelah kabar dari Jakarta masuk ke ruang ganti. Skor 9-2 membuat Malaysia kehilangan tiket final hanya karena selisih gol, bukan karena kalah poin.
Paulo Josue: Sembilan Gol Terlalu Berat untuk Dikejar
Pemain senior Malaysia, Paulo Josue, mengakui timnya sudah tampil maksimal di laga terakhir. Ia menyebut seluruh rencana pertandingan berjalan sesuai skenario, hanya saja hasil di Jakarta membuat segalanya berubah.
"Saya pikir tugas kami telah terselesaikan, apa yang telah kami rencanakan untuk pertandingan ini. Kami berhasil mencetak semua gol, tetapi sayangnya itu belum cukup," ujar Josue.
Ia juga menyinggung kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh. Menurut Josue, kebobolan sembilan gol dalam satu pertandingan turnamen adalah hal yang sulit diterima, tetapi itulah kenyataan yang harus dihadapi Malaysia.
"Sembilan gol, Anda tahu, sangat berat untuk kebobolan sebanyak itu dalam turnamen seperti ini. Tetapi inilah kenyataannya," katanya.
Josue Minta Rekan Setim Bangkit Hadapi Laga Perebutan Tempat Ketiga
Meski kecewa, Josue meminta rekan setimnya tidak larut dalam kekecewaan. Ia menekankan pentingnya menjaga mental untuk pertandingan berikutnya.
"Kami harus menegakkan kepala dan menghadapi pertandingan berikutnya dengan sebaik mungkin," tegasnya.
Dengan hasil ini, Indonesia memastikan tiket final ASEAN Cup 2026 Divisi 1 melawan juara Grup B, Thailand. Laga puncak dijadwalkan berlangsung Senin (5/10/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Malaysia harus menatap laga perebutan tempat ketiga. Kekalahan selisih gol dari rival regional menjadi catatan pahit tersendiri bagi Harimau Malaya, yang menutup fase grup dengan kemenangan terbesar tetapi tetap tersingkir dari perburuan gelar.