BANDUNG — Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar bersama jajaran Pejabat Utama Polda Jabar mengecek langsung kesiapan personel dan situasi keamanan di kawasan Stadion Si Jalak Harupat. Pemantauan mencakup area dalam stadion, akses keluar-masuk penonton, jalur pergerakan tim dan official, kawasan sekitar stadion, hingga pengaturan arus lalu lintas.
Polda Jabar menyiapkan ribuan personel gabungan dengan pola pengamanan yang disesuaikan dengan situasi dan karakteristik setiap titik pengamanan. Penyesuaian itu dilakukan karena setiap titik memiliki tingkat kerawanan dan kebutuhan penanganan yang berbeda.
Dua Laga Grup B Digelar di Si Jalak Harupat
Stadion Si Jalak Harupat pada Sabtu (26/9/2026) menjadi lokasi pertandingan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Dua laga berlangsung di sana, yakni Pakistan vs Thailand dan Vietnam vs Filipina.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyatakan kehadiran pimpinan bersama PJU di lapangan merupakan bagian dari monitoring untuk memastikan pelaksanaan pengamanan berjalan sesuai rencana operasi.
"Polda Jawa Barat berkomitmen memberikan pengamanan secara maksimal selama pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026. Personel telah ditempatkan sesuai ploting dan tugas masing-masing, baik di dalam stadion maupun pada akses dan kawasan sekitar stadion," ungkap Hendra.
Imbauan ke Penonton: Patuhi Ketentuan Panitia
Kombes Hendra mengimbau seluruh penonton dan masyarakat yang hadir menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Penonton diminta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan panitia dan mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan Stadion Si Jalak Harupat.
Melalui Operasi Garuda Bakti 2026, Polda Jabar bersama panitia penyelenggara, steward, serta seluruh stakeholder terkait memperkuat sinergi guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di wilayah Jawa Barat.
"Kami mengajak seluruh suporter dan masyarakat untuk menjadi bagian dari terciptanya keamanan. Saksikan pertandingan dengan tertib, junjung sportivitas, dan jangan melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun kenyamanan bersama," pungkasnya.