Pencarian

Kaspersky Garap Pasar Menengah Indonesia: MDR untuk Deteksi Ancaman 24/7

Kamis, 27 Agustus 2026 • 16:47:31 WIB
Kaspersky Garap Pasar Menengah Indonesia: MDR untuk Deteksi Ancaman 24/7
Kaspersky memperkenalkan layanan MDR untuk pasar menengah Indonesia di Jawa Barat.

JAWA BARAT — Acara yang digelar Kaspersky ini menyasar segmen yang kerap terabaikan: perusahaan dengan 100 hingga 999 karyawan. Segmen ini tumbuh pesat, tapi justru paling kesulitan membangun kapabilitas keamanan siber sendiri. Lingkungan TI mereka makin rumit—kombinasi perangkat endpoint, server, cloud, hingga jaringan—sementara ancaman datang tanpa henti.

Keamanan 24/7: Bukan Lagi Pilihan, Tapi Prioritas Bisnis

Poin pertama yang ditekankan dalam acara tersebut adalah kebutuhan akan visibilitas menyeluruh. Organisasi harus bisa mengidentifikasi dan merespons ancaman sebelum berkembang menjadi gangguan bisnis yang serius.

Kaspersky MDR menawarkan pemantauan berkelanjutan di seluruh lingkungan TI: titik akhir, server, cloud, dan jaringan. Ini bukan sekadar memasang antivirus lalu tidur nyenyak—ini tentang pengawasan aktif yang tidak pernah berhenti.

AI dan Manusia: Bukan Saling Menggantikan, Tapi Berkolaborasi

Kaspersky memadukan analisis berbasis AI dengan intelijen ancaman untuk menyaring noise—gangguan keamanan yang tidak relevan. AI membantu tim keamanan fokus pada anomali yang benar-benar mengancam, memprioritaskan mana yang harus ditangani lebih dulu.

Tapi keputusan kritis tetap di tangan analis manusia. Insiden yang berpotensi berbahaya melewati proses validasi dan pengambilan keputusan oleh ahli. Artinya, teknologi mempercepat kerja manusia, bukan menggantikan penilaian mereka.

Keahlian SOC: Solusi untuk yang Tak Punya Tim Keamanan

Ini mungkin poin paling relevan untuk pasar menengah Indonesia. Membangun Security Operations Center (SOC) internal itu mahal dan rumit. Butuh perekrutan spesialis, pelatihan, dan investasi infrastruktur yang tidak sedikit.

Dengan MDR, organisasi mendapat akses ke spesialis SOC yang berpengalaman dalam threat hunting, investigasi, dan respons insiden. Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, menegaskan bahwa bagi bisnis pasar menengah, keamanan siber adalah soal menjaga kelangsungan bisnis dan kesiapan merespons saat ancaman muncul.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berlangganan

Meski tawaran MDR terdengar menarik, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan perusahaan sebelum memutuskan berlangganan.

  • Biaya berlangganan: Layanan MDR biasanya dipatok per endpoint per bulan. Untuk perusahaan dengan ratusan karyawan, angka ini bisa signifikan—perlu dihitung matang apakah sebanding dengan risiko yang dihadapi.
  • Ketergantungan pada vendor: Seluruh proses deteksi dan respons ada di tangan pihak ketiga. Perusahaan perlu memastikan ada komunikasi yang jelas dan SLA yang tegas.
  • Bukan pengganti kebijakan internal: MDR membantu mendeteksi dan merespons, tapi tidak memperbaiki budaya keamanan yang buruk—misalnya karyawan yang sembarangan mengklik link phishing.

Verdict: Solusi Realistis untuk Pasar Menengah

Layanan MDR dari Kaspersky ini menjawab masalah nyata: keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur keamanan di segmen pasar menengah. Alih-alih membangun SOC sendiri yang memakan waktu dan biaya besar, perusahaan bisa langsung memanfaatkan keahlian yang sudah ada.

Bagi perusahaan dengan 100-999 karyawan yang operasionalnya sangat bergantung pada sistem digital, layanan ini layak dipertimbangkan. Namun bagi yang baru memulai perjalanan keamanan sibernya, pastikan dulu fondasi dasarnya—patch management, backup data, dan kebijakan password yang baik—sudah berjalan. MDR adalah lapisan pengaman, bukan pengganti praktik dasar yang sehat.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jagatreview.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks