GARUT — Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa BRILiAN Sukalaksana, Kabupaten Garut, berlangsung penuh warna pada Sabtu (22/8/2026). Ratusan warga mengikuti aneka lomba tradisional seperti balap karung, panjat pinang, dan tarik tambang yang digelar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office 09 Bandung.
Namun, yang paling menyedot perhatian adalah penampilan seni budaya lokal. Para pengunjung disuguhkan atraksi Pencak Silat, tradisi Kabarulem, serta pertunjukan paling dinanti: Seni Ketangkasan Domba Garut.
Domba Garut: Hiburan Rakyat yang Bernilai Ekonomi Tinggi
Seni Ketangkasan Domba Garut bukan sekadar hiburan. Di balik adu ketangkasan yang memukau, tersimpan potensi ekonomi besar bagi warga Desa Sukalaksana. Budidaya domba unggulan ini memberikan nilai tambah strategis yang menggerakkan roda ekonomi desa.
- Nilai jual ternak tinggi: Domba Garut tipe ketangkasan atau kontes bisa dihargai puluhan juta rupiah per ekor, tergantung silsilah (pedigree), keindahan tanduk, dan performa di arena.
- Daging berkualitas: Pertumbuhannya relatif cepat dengan bobot jantan dewasa mencapai 80–100 kilogram, menjadikannya komoditas efisien untuk pasar hewan kurban dan konsumsi daging premium.
- Pendorong agrowisata: Pembudidayaan membuka peluang usaha baru berbasis edukasi, seperti kunjungan wisata peternakan, pelatihan perawatan domba, hingga penyelenggaraan latihan bersama (latsar).
- Multi-produk ekosistem: Selain ternak hidup, budidaya ini menggerakkan ekonomi lokal dari penyediaan pakan konsentrat, pengolahan kotoran menjadi pupuk organik, hingga kerajinan olahan kulit.
Ajang Promosi Desa Wisata Sukalaksana
Kegiatan ini dimanfaatkan BRI untuk mengangkat daya tarik wisata budaya Desa Sukalaksana yang telah dibina lewat program Desa BRILiAN. Regional CEO BRI Region 09 Bandung, Dewi Hestiningrum, menegaskan bahwa perpaduan seni ketangkasan domba, pencak silat, dan kabarulem adalah identitas desa yang wajib dilestarikan.
"Melalui kegiatan Semarak Merah Putih ini, BRI ingin menjaga kelestarian tradisi leluhur sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah ke tingkat yang lebih luas," ungkap Dewi.
Kebanggaan Warga dan Pemerintah Desa
Dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal ini diapresiasi pemerintah desa. Kepala Desa Sukalaksana, Drs. Oban Sobana, menilai kolaborasi ini berhasil memperkuat karakter dan daya tarik desanya di mata publik.
"Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kepedulian BRI terhadap kebudayaan lokal kami. Pertunjukan Domba Garut, Kabarulem, dan Pencak Silat bukan hanya hiburan, tapi kebanggaan warga Sukalaksana," ujar Oban.
Perpaduan lomba rakyat dan pertunjukan budaya ini sukses mempererat silaturahmi warga sekaligus menegaskan posisi Sukalaksana sebagai destinasi desa wisata berbasis kebudayaan di Jawa Barat.