Pencarian

Pengelola Tepi Gunung Nature Park Cisarua Gelar Drama Musikal Dayang Sumbi, Angkat Kearifan Lokal sebagai Atraksi Wisata

Minggu, 26 Juli 2026 • 23:08:31 WIB
Pengelola Tepi Gunung Nature Park Cisarua Gelar Drama Musikal Dayang Sumbi, Angkat Kearifan Lokal sebagai Atraksi Wisata
Pengunjung menyaksikan pertunjukan drama musikal Dayang Sumbi di area terbuka Tepi Gunung Nature Park, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

BANDUNG BARAT — Pengunjung Tepi Gunung Nature Park, Cisarua, disuguhkan pertunjukan drama musikal yang mengangkat legenda Dayang Sumbi. Pentas yang digelar Minggu (26/7/2026) itu merupakan hasil kerja sama pengelola taman wisata dengan kelompok Teater Tiga Pilar.

Cerita Rakyat Jawa Barat dalam Kemasan Musikal

Drama musikal Dayang Sumbi mengisahkan legenda rakyat Jawa Barat yang melegenda, termasuk cerita Sangkuriang dan asal-usul Gunung Tangkuban Perahu. Pertunjukan dikemas dengan iringan musik tradisional dan modern, serta kostum khas Sunda.

Lokasi pementasan di area terbuka Tepi Gunung Nature Park menambah kesan alami. Penonton duduk di tribun sederhana yang menghadap langsung ke panggung dengan latar pepohonan pinus dan perbukitan.

Atraksi Baru untuk Dorong Kunjungan Wisata

Pihak pengelola menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Bandung Barat. Dengan menghadirkan pertunjukan seni tradisional, mereka berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

"Kami ingin wisatawan tidak hanya menikmati alam, tapi juga mengenal cerita rakyat dan kearifan lokal," ujar perwakilan pengelola dalam keterangan yang diterima Antara. Drama musikal Dayang Sumbi rencananya akan digelar secara berkala.

Pelestarian Budaya Melalui Pertunjukan Langsung

Kelompok Teater Tiga Pilar yang terlibat dalam pementasan merupakan pegiat seni asal Bandung. Mereka rutin menggelar pertunjukan berbasis cerita rakyat Nusantara. Kolaborasi dengan objek wisata dinilai efektif untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda.

Sejumlah pengunjung yang hadir mengaku terhibur. Seorang pengunjung asal Jakarta mengatakan, "Baru pertama kali nonton drama musikal di tengah alam. Seru dan edukatif."

Pementasan berlangsung sekitar dua jam tanpa gangguan. Panitia menerapkan protokol kesehatan standar, termasuk pembatasan jumlah penonton di area panggung.

Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks