JAWA BARAT — Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah korban di wilayah Buay Pemaca pada Selasa (9/6). Kapolsek Buay Pemaca, Ipda Redi Saputra, mengungkapkan korban memergoki pelaku yang tengah mencuri di dalam rumah. "Diduga pelaku panik, ia langsung mengambil pisau di dapur dan menusuk korban di bagian perut. Setelah itu, pelaku kabur meninggalkan korban," katanya kepada wartawan, Minggu (14/6).
Korban Sempat Minta Tolong Sebelum Meninggal
Sri Khodijah masih sempat berlari keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan tetangga. Ia segera dilarikan ke RSUD Muaradua untuk menjalani perawatan intensif. Kondisinya kritis sehingga dirujuk ke rumah sakit di Palembang. Namun, nyawa guru tersebut tak tertolong. Ia meninggal dunia pada Kamis (11/6).
Keluarga korban langsung melapor ke polisi. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi di lokasi. Dari hasil olah TKP, ditemukan sebilah pisau dapur sepanjang 35 sentimeter yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban.
Identitas Pelaku Sudah Diketahui, Namun Kabur
Polisi mengantongi identitas pelaku setelah memeriksa saksi dan keterangan korban saat masih hidup. "Dari keterangan saksi dan korban saat masih hidup, pelaku merupakan anak di bawah umur dan seorang siswi SMP Buay Pemaca," ujar Redi. Namun, saat petugas mendatangi rumah pelaku, ia dan orang tuanya sudah tidak ada.
Redi menyebut pihaknya terus melakukan pengejaran. "Untuk identitas pelaku sudah kami kantongi dan saat ini kita masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan orang tuanya," pungkasnya. Polisi belum merinci motif pencurian yang berujung pembunuhan tersebut.