BANDUNG — Di tengah kelangkaan beras premium di pasaran, Perum Bulog Cabang Bandung menjamin stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tetap aman. Kepala Perum Bulog Cabang Bandung, Yanto Nurdianto, menyatakan pihaknya menguasai stok sekitar 25 ribu ton yang tersimpan di tiga gudang, yakni di Bandung, Cimahi, dan Sumedang.
“Kalau untuk stok beras yang dikuasai oleh Bulog, khususnya Bulog Bandung, Insya Allah aman,” kata Yanto di kantornya, Kamis (18/6/2026).
Stok Cukup untuk Tiga Bulan ke Depan
Yanto menjelaskan, jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan. Jika diperlukan, Bulog Bandung juga bisa mendapatkan tambahan pasokan dari cabang Bulog lain di Jawa Barat.
Stok beras SPHP ini akan terus bertambah seiring program penyerapan gabah dan beras yang masih berjalan. Bulog juga bersiap menghadapi musim panen berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang.
Beras SPHP Kini Lebih Segar, Hasil Panen Petani Lokal
Bulog Bandung kini mulai menyalurkan beras SPHP yang berasal dari hasil penyerapan terbaru. Kebijakan ini diambil agar masyarakat mendapatkan beras dengan kualitas yang lebih baik dan lebih segar dibandingkan sebelumnya.
Beras yang disalurkan merupakan hasil panen petani lokal dan diproses di penggilingan di wilayah Bandung Raya. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, kualitas beras tetap terjaga saat sampai ke tangan konsumen.
“Artinya, beras yang baru diserap bisa langsung disalurkan kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat bisa menikmati beras yang masih baru dan segar,” kata Yanto.
Dari sisi rasa, Yanto mengklaim beras SPHP tidak berbeda dengan beras premium. Perbedaannya hanya pada tampilan fisik, seperti tingkat pecahan beras dan proses pemolesan yang biasanya lebih maksimal pada beras premium.
Bantuan Pangan untuk 1 Juta Penerima di Bandung Raya
Selain menyalurkan beras SPHP, Bulog Bandung juga tengah mendistribusikan bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret. Total stok yang disiapkan hampir mencapai 21 ribu ton untuk sekitar 1 juta penerima bantuan di wilayah Bandung Raya.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai sekitar 84 persen. Bulog menargetkan seluruh bantuan dapat diterima masyarakat dalam waktu dekat.
“Namun saya pastikan beras yang disalurkan layak untuk dikonsumsi masyarakat. Saya menjamin hal tersebut karena saya sendiri melakukan monitoring langsung ke gudang,” ujar Yanto.
Ia menambahkan, masyarakat yang menerima beras dalam kondisi rusak, basah, atau kemasannya sobek dapat langsung melapor kepada petugas Bulog di lapangan. Beras tersebut nantinya akan diganti dengan beras baru yang kondisinya lebih baik.