Pencarian

KAI Tutup 144 Perlintasan Kereta Api Rawan Kecelakaan hingga Juni 2026, Capai 84 Persen Target

Jumat, 19 Juni 2026 • 15:32:01 WIB
KAI Tutup 144 Perlintasan Kereta Api Rawan Kecelakaan hingga Juni 2026, Capai 84 Persen Target
KAI menutup 144 perlintasan kereta api rawan kecelakaan hingga Juni 2026 untuk meningkatkan keselamatan.

JAWA BARAT — Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan penutupan difokuskan pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera untuk menekan potensi kecelakaan. Program ini merupakan bagian dari upaya sistematis memperbaiki keselamatan di perlintasan kereta api yang tersebar di berbagai wilayah.

“Satu akses rawan yang dibiarkan terbuka dapat membentuk kebiasaan melintas. Ketika kebiasaan itu terus terjadi, potensi kecelakaan akan berulang,” kata Anne dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Realisasi Melebihi Target di Sejumlah Daerah

Di luar program prioritas 172 titik, KAI juga menjalankan penutupan dan penyempitan perlintasan di berbagai daerah secara mandiri. Realisasinya mencapai 201 titik dari 177 program yang direncanakan, atau setara 114 persen.

Anne menjelaskan langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kondisi lapangan, dan kebutuhan pengaturan akses bagi masyarakat. Tidak semua perlintasan ditutup total; sebagian hanya dipersempit untuk membatasi pergerakan kendaraan tanpa menghilangkan akses sepenuhnya.

Patroli Drone dan Ribuan Kegiatan Edukasi

KAI turut memperkuat pengawasan melalui patroli udara. Hingga 15 Juni 2026 pukul 06.00 WIB, patroli drone telah berlangsung selama 1.287 hari, dengan 2.562 sorti dan total 43.069 menit pemantauan.

Di bidang edukasi, perseroan mencatat telah melaksanakan 1.606 kegiatan sosialisasi keselamatan. Kegiatan itu mencakup edukasi di perlintasan langsung, sekolah, komunitas masyarakat, serta pemasangan spanduk imbauan di titik-titik strategis.

Keselamatan: Tanggung Jawab Lintas Sektor

Anne menegaskan keberhasilan penataan perlintasan tidak bisa hanya dibebankan ke KAI. Pemerintah daerah diminta mempercepat evaluasi titik sebidang, menutup akses tanpa izin, dan meningkatkan pengamanan pada perlintasan resmi.

“Kami mengajak seluruh pihak melihat penataan perlintasan dari sudut pandang keselamatan. Akses yang sedikit lebih jauh, tetapi tertib dan terlindungi, jauh lebih baik daripada akses dekat yang menyimpan risiko fatal,” ujarnya.

Aparat dan perangkat kewilayahan juga berperan penting agar penertiban berjalan efektif dan diterima masyarakat. Rekayasa lalu lintas alternatif yang aman harus disiapkan sebelum penutupan dilakukan.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

KAI mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak sebelum melintasi jalur kereta api, melihat ke kanan dan kiri, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas. Menerobos palang pintu disebut sebagai tindakan paling berbahaya yang kerap memicu kecelakaan fatal.

“Setiap perlintasan adalah titik keputusan. Berhenti beberapa detik, melihat kanan dan kiri, serta mematuhi rambu dapat menyelamatkan banyak nyawa. Mari jadikan keselamatan perlintasan sebagai gerakan bersama,” tutup Anne.

Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks