CISEENG — Ratusan pembudidaya ikan di Kecamatan Ciseeng kini memiliki harapan baru setelah Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung mendengarkan keluh kesah mereka. Dalam kunjungan yang digelar pekan lalu, para petani ikan menyampaikan sejumlah persoalan klasik yang menghambat laju usaha mereka.
Tiga Permintaan Utama Pembudidaya: Air, Bibit, dan Penerangan
Setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi sorotan dalam dialog tersebut. Pertama, perbaikan infrastruktur irigasi yang dinilai sudah tidak memadai untuk menopang debit air kolam di musim kemarau. Kedua, permintaan akan penyediaan bibit unggul yang tahan penyakit dan memiliki masa panen lebih singkat. Ketiga, peningkatan penerangan jalan di sekitar area kolam budidaya untuk keamanan dan operasional malam hari.
Komitmen Bertahap dari Pemkab Bogor
Menanggapi hal itu, Bupati Rudy Susmanto memastikan seluruh masukan yang disampaikan para pembudidaya tidak akan berakhir menjadi catatan belaka. Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pendukung sektor perikanan akan dilakukan secara bertahap dan terencana, disesuaikan dengan skala prioritas pembangunan daerah.
"Setiap aspirasi yang disampaikan para pembudidaya ikan menjadi perhatian kami. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus mendorong penguatan sektor perikanan agar lebih produktif dan berdaya saing," ujar Rudy dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Sinergi untuk Sentra Perikanan Unggulan
Bupati menambahkan, keberhasilan pengembangan potensi perikanan di Ciseeng tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi antara Pemkab Bogor dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama. Dengan dukungan yang berkelanjutan, sektor ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Ciseeng sebagai salah satu sentra perikanan unggulan di Kabupaten Bogor. Selama ini, wilayah tersebut dikenal memiliki potensi besar dalam budidaya ikan air tawar, namun kerap terkendala akses infrastruktur dan teknologi pembenihan.