Pencarian

Sepatu Bola Pink Mendominasi Piala Dunia 2026, Ini Strategi di Balik Warna yang Seragam

Jumat, 12 Juni 2026 • 06:23:31 WIB
Sepatu Bola Pink Mendominasi Piala Dunia 2026, Ini Strategi di Balik Warna yang Seragam
Dominasi sepatu bola warna pink terang terlihat jelas di laga pembuka Piala Dunia 2026.

JAWA BARAT — Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, tapi satu hal langsung mencuri perhatian: dominasi sepatu bola pink di lapangan. Di laga pembuka yang mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan, nyaris setiap pemain terlihat mengenakan alas kaki dengan warna yang sama—pink terang.

Fenomena ini menandai pergeseran drastis dari era ketika sepatu bola hanya hadir dalam warna hitam. Namun, apa yang membuat warna ini tiba-tiba menjadi seragam di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia?

Prediksi Tren Dua Tahun Sebelum Piala Dunia

Jawabannya bisa dilacak sejak 2024. Saat itu, WGSN, perusahaan peramal tren konsumen global, merilis prediksi bahwa 'Electric Fuchsia'—warna neon antara pink dan ungu—akan menjadi warna dominan musim panas 2026.

Raksasa apparel seperti Nike, Adidas, dan Puma membaca prediksi yang sama. Proses desain sepatu baru biasanya dimulai dua tahun sebelum peluncuran. Ketiga merek ini sama-sama berkonsultasi dengan peramal tren semacam WGSN untuk menentukan warna, tema, dan gaya yang bakal populer.

Hasilnya? Ketiganya memproduksi sepatu dengan warna pink yang nyaris identik untuk ajang Piala Dunia 2026.

Kontras dengan Rumput Hijau Jadi Kunci

Selain faktor tren, ada alasan teknis yang lebih sederhana: visibilitas. Warna pink menciptakan kontras paling tajam dengan latar hijau lapangan rumput.

"Warna ini sangat menonjol, baik saat ditonton di televisi, di stadion, maupun saat digulir di layar ponsel," demikian laporan tim BBC Sport. Sepatu pink tetap terlihat jelas dalam tayangan gerakan lambat atau di bawah lampu stadion. Intinya, warna ini dirancang untuk mudah dikenali.

Ironi di Balik Keseragaman Pink

Paradoksnya, ketika semua merek besar tiba pada warna yang sama, tujuan awal untuk menonjol justru menjadi kabur. Alih-alih tampil beda dari kompetitor, para pemain kembali ke situasi seragam—seperti era sepatu hitam dulu—hanya saja dengan warna pink.

Pergeseran ini menandai semakin eratnya hubungan antara sepak bola dan industri mode. Para pemain generasi sekarang jauh lebih terbuka terhadap sepatu dengan warna-warna mencolok dibanding pendahulu mereka. Hasilnya, Piala Dunia 2026 akan dikenang bukan hanya karena pertandingannya, tetapi juga karena lautan pink di kaki para pemainnya.

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks