Pencarian

Inggris Buang Era Southgate, Tampil Agresif dan Menang 4-2 atas Kroasia di Laga Perdana Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 • 06:00:31 WIB
Inggris Buang Era Southgate, Tampil Agresif dan Menang 4-2 atas Kroasia di Laga Perdana Piala Dunia
Inggris tampil agresif dan menang 4-2 atas Kroasia di laga perdana Piala Dunia.

JAWA BARAT — Dallas Stadium menjadi saksi transformasi gaya bermain Inggris. Tertinggal lebih dulu, Harry Kane dkk. justru tampil trengginas dan membalikkan keadaan. Kemenangan ini seolah menjadi penanda berakhirnya era Gareth Southgate yang kerap dianggap terlalu hati-hati.

Babak Kedua yang Mengubah Segalanya

Pada babak pertama, Inggris masih menunjukkan permainan mekanis dan lambat seperti era Southgate. Kroasia pun unggul 2-2 saat jeda. Namun, segalanya berubah drastis setelah turun minum.

Tuchel melakukan sesuatu yang jarang dilakukan pendahulunya. Alih-alih bertahan, ia justru mendorong anak asuhnya untuk menekan tinggi dan bermain lebih vertikal. Hasilnya, Inggris melepaskan 22 tembakan ke gawang, tiga perempatnya terjadi di babak kedua.

"Kami ingin fans menikmati tontonan ini di pub," ujar Tuchel usai pertandingan, merujuk pada perubahan intensitas permainan timnya.

Marcus Rashford, Senjata Rahasia dari Bangku Cadangan

Salah satu keputusan kunci Tuchel adalah memasukkan Marcus Rashford di babak kedua. Pemain Manchester United itu tampil sebagai impact sub yang merepotkan pertahanan Kroasia yang mulai kelelahan. Rashford terlihat riang, lepas, dan menjadi ancaman konstan bagi para bek lawan.

Substitusi Berani, Bukan Sekadar Amankan Skor

Keputusan Tuchel di menit-menit krusial juga patut diacungi jempol. Saat unggul 3-2, ia tidak menarik pemain bertahan atau memasukkan gelandang bertahan seperti Jordan Henderson. Sebaliknya, ia memasukkan tiga pemain depan sekaligus untuk terus menekan. Meski akhirnya Kroasia sempat menyamakan kedudukan menjadi 3-3, keberanian ini membuahkan hasil saat Inggris mencetak gol kemenangan di menit akhir.

Ancaman Bagi Pesaing

Meski baru laga pertama, Inggris sudah menunjukkan bahwa mereka memiliki "senjata pemusnah" di lini depan. Kemampuan untuk menggempur lawan secara masif menjadi modal berharga. "Kami punya kemampuan untuk menghabisi lawan. Ransel kami penuh amunisi," tulis jurnalis Barney Ronay dalam analisisnya.

Kemenangan ini memutus siklus negatif Inggris yang kerap tampil lamban di laga pembuka turnamen. Sebagai perbandingan, di Piala Eropa 2024, mereka hanya melepaskan empat tembakan sepanjang laga saat menang 1-0 atas Serbia. Kini, mereka tampil seperti tim Premier League era 2000-an: penuh adrenalin, kekuatan berlari, dan serangan yang tak tertahankan.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks