Pencarian

Trump Dukung Larangan Ekspor Solar, Harga BBM AS Cetak Rekor US$6,51

Rabu, 23 September 2026 • 12:19:31 WIB
Trump Dukung Larangan Ekspor Solar, Harga BBM AS Cetak Rekor US$6,51
Presiden AS Donald Trump mendukung rencana pelarangan ekspor solar di tengah kenaikan harga bahan bakar.

JAWA BARAT — Presiden AS Donald Trump mendukung rencana pelarangan ekspor solar setelah harga bahan bakar di Amerika menembus rekor US$6,51 per galon atau sekitar Rp116 ribu. Kebijakan ini muncul di tengah tekanan menjelang pemilu sela 3 November, meski sejumlah pejabat energi dan pelaku industri justru memperingatkan dampak sebaliknya.

Dukungan itu disampaikan Trump dalam pertemuan dengan wartawan sebelum menerima Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Menurut Trump, pembatasan ekspor solar juga dibahas dalam konteks serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia yang ikut menekan pasokan global.

Harga Solar Tembus Rekor US$6,51 per Galon

American Automobile Association (AAA) mencatat rata-rata harga solar di AS menyentuh US$6,51 per galon, setara Rp116 ribu dengan asumsi kurs Rp17.800. Satu galon setara 3,7 liter.

Lonjakan ini dipicu perang di Iran serta konflik Rusia-Ukraina yang memangkas ekspor dari sejumlah produsen besar. Rusia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab termasuk negara yang pasokannya terganggu.

Pemerintahan Trump kini menanggung beban politik dari kenaikan harga bahan bakar. Partai Republik berupaya mempertahankan mayoritas di kedua kamar Kongres pada pemilu sela 3 November, sementara harga pangan dan kebutuhan pokok juga menjadi perhatian pemilih.

Menteri Keuangan Kaji Opsi Larangan Penuh atau Sebagian

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pemerintah sedang menilai kelayakan kebijakan tersebut. Kajian mencakup dampak jika pembatasan diterapkan secara penuh maupun hanya sebagian.

Sejumlah kandidat Partai Republik di daerah pemilihan ketat ikut mendorong langkah ini. Senator Alaska Dan Sullivan meminta penghentian sementara ekspor solar untuk menambah cadangan bahan bakar menjelang musim dingin.

"BBM Amerika seharusnya tetap untuk warga Amerika. Harga solar terlalu mahal," kata Sullivan dalam pernyataannya.

Departemen Pertanian AS sebelumnya meminta Gedung Putih turun tangan menangani kenaikan harga solar. Menteri Pertanian Brooke Rollins mengaku telah membahas persoalan itu dengan Trump.

Menteri Energi: Larangan Ekspor Bisa Naikkan Harga di Pesisir

Rencana itu tidak bulat didukung internal pemerintahan. Menteri Energi Chris Wright menilai larangan ekspor berpotensi menaikkan harga bahan bakar di wilayah pesisir AS dan memperketat pasokan bagi negara-negara Eropa yang menjadi sekutu Washington.

Menurut Wright, larangan ekspor dapat menumpuk pasokan solar di kawasan Gulf Coast. Kondisi itu berpotensi mendorong perusahaan penyulingan mengurangi produksi, yang kemudian ikut menekan produksi bensin.

"Jika Anda mulai memasang hambatan pada arus perdagangan, Anda akan dengan cepat mengurangi produksi dan memiliki pasokan yang lebih sedikit. Kita membutuhkan lebih banyak pasokan, bukan lebih sedikit pasokan," ujar Wright dalam sebuah acara pekan lalu.

Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum juga memperingatkan larangan ekspor belum tentu menurunkan harga minyak. Ia menilai kebijakan itu justru berpotensi memicu tindakan balasan dari negara-negara pengekspor energi.

Industri Minyak dan Pasar Eropa Ikut Menentang

Presiden Texas Oil & Gas Association (TXOGA) Todd Staples menyatakan larangan ekspor dapat berdampak pada lapangan kerja domestik dan pasokan bahan bakar di dalam negeri.

Dampak ke luar AS juga menjadi sorotan. Eropa secara struktural masih kekurangan solar dan bergantung cukup besar pada pasokan dari Amerika. Larangan ekspor secara teori bisa menekan harga solar untuk sementara di Gulf Coast, tetapi pasokan di Eropa justru berpotensi semakin ketat.

Jim Mitchell, direktur analisis perdagangan minyak Wood Mackenzie, menilai kondisi tersebut dapat merugikan sejumlah negara sekutu AS.

"Hal itu tampaknya akan cukup merugikan bagi sejumlah sekutu utama AS," kata Mitchell.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks