Pencarian

PLN EPI Bangun Jaringan LNG Pasok Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara

Rabu, 23 September 2026 • 09:49:01 WIB
PLN EPI Bangun Jaringan LNG Pasok Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara
PLN EPI membangun LNG Logistics Network Cluster Nusa Tenggara untuk memasok gas ke pembangkit berkapasitas total 477 MW.

JAWA BARAT — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) membangun LNG Logistics Network Cluster Nusa Tenggara untuk memasok gas ke pembangkit berkapasitas total 477 megawatt di lima lokasi, dengan target onstream awal 2029. Jaringan infrastruktur midstream ini menggantikan bahan bakar minyak pada pembangkit yang sebenarnya sudah bisa menggunakan gas. Langkah tersebut memperkuat pasokan energi primer sekaligus menjaga keandalan listrik di Lombok, Sumbawa, Flores, dan Maumere.

Paragraf pembuka: Kebutuhan gas di lima pembangkit tersebut rata-rata mencapai 39,8 BBTUD. Selama ini sejumlah pembangkit di Nusa Tenggara belum terhubung jaringan pipa gas dari sisi hulu, sehingga pasokan energi primer harus dipenuhi lewat jalur lain. PLN EPI pun mengambil peran di sektor midstream agar gas bisa sampai ke pembangkit yang tidak terjangkau pipa.

Mengapa Infrastruktur Midstream Dibangun

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menjelaskan, pembangunan infrastruktur midstream diperlukan untuk menjembatani sumber gas dengan pembangkit yang tidak memiliki akses langsung dari hulu. Kondisi geografis Nusa Tenggara membuat jaringan pipa gas sulit menjangkau lokasi pembangkit.

"Untuk kasus Lombok, karena tidak ada pasokan gas yang langsung dari upstream, kita harus mengembangkan midstream-nya supaya kita bisa menyediakan sumber gas untuk pembangkit di Lombok," kata Erma kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).

Menurut Erma, gas pipa mensyaratkan jarak dekat antara sumber pasokan dan pembangkit. Karena itu, wilayah seperti Lombok memerlukan infrastruktur khusus agar gas bisa sampai ke lokasi pembangkit.

Lima Lokasi Pembangkit yang Dilayani

Pada tahap awal, jaringan LNG tersebut akan melayani PLTMG Lombok Peaker, PLTMG Lombok-2 Sambelia, pembangkit di Sumbawa, Flores, dan Maumere. Masing-masing lokasi disiapkan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi dengan kapasitas berbeda.

  • PLTMG Lombok Peaker: tangki LNG 8.000 m3, kapasitas regasifikasi 32,07 MMSCFD
  • PLTMG Lombok-2 Sambelia: tangki 5.000 m3, kapasitas regasifikasi 23,75 MMSCFD
  • Sumbawa: tangki 7.500 m3, kapasitas regasifikasi 29,29 MMSCFD
  • Flores: kapasitas penyimpanan 2.500 m2, regasifikasi 19,08 MMSCFD
  • Maumere: kapasitas penyimpanan 4.500 m3, regasifikasi 9,50 MMSCFD

PLN EPI menyiapkan satu LNG carrier berkapasitas 22.000 CBM untuk mendistribusikan LNG ke lima lokasi. Kapal itu menjalankan satu siklus perjalanan sekitar 10 hari dan mengirim LNG secara bergilir ke setiap titik.

Manfaat bagi Masyarakat dan Sistem Kelistrikan

Gasifikasi diarahkan ke pembangkit yang sudah mampu menggunakan gas tetapi masih berbahan bakar minyak. Menurut Erma, langkah ini membuat pembangkit lebih efisien sekaligus menurunkan emisi karena gas lebih bersih dibandingkan BBM.

"Pembangkit-pembangkit yang sebenarnya bisa menggunakan gas dan selama ini masih menggunakan BBM, ini bisa kita ganti sumbernya dengan gas. Selain lebih efisien, gas juga lebih bersih dibandingkan BBM," ujar Erma.

Ketersediaan infrastruktur midstream juga berkaitan langsung dengan keandalan sistem kelistrikan di Lombok. "Kalau midstream gasnya sudah tersedia, selain bisa menghemat BBM, tentu juga bisa menjaga keandalan dari sistem kelistrikan di Lombok," kata Erma.

Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri menyatakan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan PLN dalam pengembangan kerja sama energi. Menurut Alwan, kerja sama yang sudah berjalan cukup lama berlangsung dengan baik.

"Yang paling penting, setiap pengembangan program di Mataram harus memberikan manfaat semaksimal mungkin bagi masyarakat. Karena itu, kita perlu mengelaborasikan program selanjutnya bersama PLN, termasuk memastikan keberlanjutan usaha dan kepentingan masyarakat di sekitar wilayah kegiatan," katanya.

Target Onstream dan Skema Rantai Pasok

Jaringan LNG tersebut ditargetkan mulai onstream pada awal 2029. Secara keseluruhan, Cluster Nusa Tenggara direncanakan mencakup sembilan onshore gasification unit dan dua kapal LNG.

Skema ini menghubungkan pengiriman LNG dari sumber pasokan, penyimpanan dan regasifikasi di setiap lokasi, hingga pemanfaatan gas oleh pembangkit. Lima pembangkit dengan total kapasitas 477 MW akan berada dalam satu rantai pasok energi primer yang terintegrasi.

Penutup: Bagi PLN EPI, proyek ini memperluas peran perusahaan di sektor midstream gas, tidak hanya mengurus pasokan energi primer di Jawa. Keberhasilan jaringan LNG Nusa Tenggara juga menjadi ujian pertama penerapan skema distribusi LNG bergilir untuk pembangkit di wilayah kepulauan.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks