Pencarian

Bupati Garut Siapkan 27 Ribu Hektar Lahan Jagung dan Singkong untuk Pasok Pabrik Bioetanol Nasional

Rabu, 23 September 2026 • 09:46:01 WIB
Bupati Garut Siapkan 27 Ribu Hektar Lahan Jagung dan Singkong untuk Pasok Pabrik Bioetanol Nasional
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin rapat koordinasi terkait peluang investasi pabrik bioetanol dan pabrik singkong.

GARUT — Kabupaten Garut menambah alokasi lahan jagung seluas 15 ribu hektar khusus untuk bahan baku energi, terpisah dari 60 ribu hektar lahan ketahanan pangan yang berjalan saat ini. Selain itu, sekitar 12 ribu hektar lahan disiapkan untuk budidaya singkong.

Penambahan lahan itu muncul setelah pemerintah pusat membuka peluang investasi pembangunan pabrik bioetanol dan pabrik singkong di wilayah Garut. Bupati Abdusy Syakur Amin menilai basis produksi jagung yang selama ini memasok kebutuhan Jawa Barat menjadi modal utama Garut masuk ke rantai industri energi terbarukan.

Peluang Investasi Pabrik Bioetanol dan Pabrik Singkong

Syakur menyampaikan peluang investasi tersebut dalam rapat koordinasi bersama pemerintah pusat. Menurutnya, kehadiran fasilitas pengolahan di Garut akan menggerakkan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

"Kami mendapatkan informasi bahwa ada peluang bagi kami untuk dibangunkan pabrik bioethanol dan juga pabrik singkong, sehingga masyarakat Garut lebih bersemangat lagi untuk menanam singkong dan jagung dan ujungnya adalah meningkatkan ketahanan energi," kata Syakur.

Rantai pasok dari budidaya hingga pengolahan di pabrik diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja baru. Pemkab Garut menempatkan penyerapan tenaga kerja lokal sebagai salah satu poin utama yang disoroti dalam program ini.

Modal Sosial Petani Jagung Garut

Tradisi bercocok tanam jagung yang melekat pada kultur petani Garut dinilai menjadi penopang utama target pasokan bahan baku. Syakur optimistis target produksi dapat terpenuhi karena kebiasaan bertani itu sudah berjalan lintas generasi.

Garut selama ini dikenal sebagai pemasok utama jagung di Jawa Barat. Posisi itu membuat daerah ini dinilai memiliki basis produksi yang memadai untuk diserap industri energi terbarukan.

Skema Kawasan Perhutanan Jadi Opsi Tambahan

Pemkab Garut menyatakan siap memanfaatkan skema pemanfaatan kawasan perhutanan yang diizinkan pemerintah pusat untuk program ketahanan pangan dan energi. Jika alokasi lahan yang ada masih kurang, koordinasi lanjutan dengan lintas kementerian akan ditempuh.

"Tentu saja harus optimisme, tadi kami dikumpulkan dan akan diberikan kemudahan-kemudahan termasuk salah satu juga tadi mengenai kawasan perhutanan untuk ketahanan pangan, juga itu adalah program pemerintah pusat sehingga walaupun kurang nanti akan kami diskusikan dengan Kementerian Kehutanan," tutur Syakur.

Dukungan pemerintah pusat berupa kemudahan regulasi dan penyediaan infrastruktur pengolahan diharapkan mempercepat peralihan Garut dari produsen pangan menjadi hub energi terbarukan berbasis pertanian di Jawa Barat.

Syakur juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri, Sekretaris Negara, dan Presiden yang dinilainya memahami kebutuhan daerah. "Dan satu hal lagi tadi, disampaikan ini akan mendukung kami untuk penyerapan tenaga kerja. Nah ini kami sangat mendukung dan berharap bahwa ini bisa terealisasi dan sekali lagi terimakasih Pak Menteri, Pak Sekneg dan juga Pak Presiden, yang sudah mengerti apa yang kami butuhkan," ujarnya.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gosipgarut.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks