JAWA BARAT — Boven Digoel selama ini lebih dikenal sebagai daerah yang berada di ujung timur Indonesia. Kini, wilayah yang masuk Provinsi Papua Selatan itu mulai disiapkan menjadi salah satu lumbung kelapa sawit nasional. Agrinas Palma Nusantara, anak usaha yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia, mendapat mandat negara untuk menjalankan proyek tersebut.
Yang menarik, proyek ini tidak sekadar mengejar target produksi. Wakil Direktur Utama Agrinas Palma, Kusdi Sastro Kidjan, menegaskan bahwa orientasi utama perusahaan pelat merah adalah kesejahteraan masyarakat, bukan semata laba.
"BUMN itu, yang pertama orientasinya justru kesejahteraan masyarakat. Kami diberi tugas oleh negara. Jadi bukan profit oriented saja. Profit tetap harus supaya tetap tumbuh dan berkembang. Namun, yang pertama justru kesejahteraan masyarakat," kata Kusdi dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).
Mengapa Kesejahteraan Jadi Prioritas dalam Proyek Sawit Ini?
Pernyataan Kusdi bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun pemerataan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Melalui pengembangan sawit di Boven Digoel, Agrinas Palma ingin memastikan masyarakat lokal menjadi pihak yang paling diuntungkan.
"Negara ini kan kaya raya. Jadi, kita semua, termasuk bapak-bapak dan ibu-ibu, harus sejahtera. Salah satunya melalui bidang yang sekarang sedang kami geluti, yakni kelapa sawit," ujarnya.
Sosialisasi tahap awal ini digelar di Kampung Anggai, Kecamatan Jair. Acara tersebut dihadiri pejabat pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menjadi penting karena proyek seluas ini tidak akan berjalan mulus tanpa restu warga.
Warga Bisa Sampaikan Kritik, Ini Bentuk Pelibatan Masyarakat
Agrinas Palma menyadari bahwa pembangunan berskala besar kerap memicu konflik lahan atau keresahan sosial. Untuk mencegah hal itu, perusahaan membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi warga sebelum proyek berlanjut ke tahap berikutnya.
"Agrinas Palma membuka diri untuk menerima kritik dan masukan dari masyarakat, karena menganggapnya sebagai bagian penting dari pengelolaan sebuah proyek," kata Kusdi.
Ada tiga aspek yang ditekankan perusahaan dalam melibatkan warga setempat. Pertama, penguatan kehidupan berkelanjutan. Kedua, dukungan di bidang kesehatan dan pendidikan. Ketiga, perlindungan lingkungan. Ketiganya menjadi semacam jaring pengaman agar proyek ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjaga kualitas hidup manusia dan alam di sekitarnya.
Bupati Boven Digoel Beri Respons Positif
Langkah Agrinas Palma mendapat sambutan hangat dari Bupati Boven Digoel, Roni Omba. Ia menilai program pembangunan yang dijalankan perusahaan sejalan dengan kepentingan daerah.
Apalagi, proyek ini dinilai bakal mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan pekerjaan bagi putra-putri daerah, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan yang masih tertinggal tersebut.
Keberadaan PSN kelapa sawit di Boven Digoel diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di Papua Selatan. Jika pengelolaannya benar-benar melibatkan masyarakat, proyek ini berpotensi mengubah perekonomian warga dari ketergantungan pada sektor tradisional menuju agroindustri yang lebih modern.
Yang patut dinantikan adalah eksekusi di lapangan. Karena komitmen di atas kertas memang mudah diucapkan, tetapi keberhasilan sebuah proyek strategis justru diukur dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi. Agrinas Palma kini berada dalam pengawasan publik untuk membuktikan bahwa negara hadir tidak hanya untuk mengeksploitasi, tetapi juga mensejahterakan.