JABAR — Pendidikan karakter anak usia dini tidak cukup hanya dengan pembelajaran di dalam kelas. TKIT Al-Fatwa mengembangkan pendekatan yang menekankan pembiasaan, pemahaman karakter individual, serta kolaborasi erat antara pihak sekolah dan keluarga untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri dan berakhlak mulia.
Sekolah ini mengusung visi “Terwujudnya Generasi Qur’ani yang Cerdas, Ceria, Mandiri, Kreatif, dan Berakhlak Mulia.” Visi tersebut diterjemahkan ke dalam program pembelajaran terpadu berbasis nilai Islam, pengembangan karakter, literasi anak, hingga kegiatan di luar kelas.
Pembiasaan Ibadah Menjadi Rutinitas Harian Siswa
Nilai keimanan menjadi fondasi utama pendidikan di TKIT Al-Fatwa. Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada teori, tetapi dibiasakan mempraktikkan ibadah dalam keseharian di sekolah.
“Setiap hari ada pembiasaan shalat dhuha, kemudian pembiasaan Asmaulhusna dan literasi. Untuk shalat dhuha sendiri dilakukan setiap hari,” ujar salah seorang pendidik di lingkungan TKIT Al-Fatwa.
Pengenalan Al-Qur’an dilakukan secara bertahap. Murid diajak mengenal surat-surat pendek, doa harian, hadis pilihan, serta tata cara wudhu dan salat. Pendekatan ini dirancang agar nilai agama perlahan menjadi bagian dari perilaku anak, bukan hanya materi hafalan di kelas.
Pendekatan Personal untuk Ragam Karakter Anak
Tantangan terbesar dalam pendidikan anak usia dini adalah keberagaman karakter peserta didik. Tidak semua anak menyerap instruksi dengan cara yang sama, sehingga dibutuhkan strategi pengajaran yang adaptif.
TKIT Al-Fatwa merespons hal ini dengan pendekatan personal. Setiap anak diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan tahap dan keunikannya masing-masing, baik dalam aspek sosial-emosional maupun kreativitas.
Program pengembangan karakter juga diperkuat melalui kolaborasi dengan orang tua. Sekolah rutin mengadakan program parenting agar pembiasaan positif yang dilakukan di sekolah dapat berlanjut di rumah.
Menciptakan Lingkungan Belajar yang Menyenangkan
Untuk mendukung tumbuh kembang anak, sekolah berupaya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Metode pembelajaran tidak berpusat pada guru, melainkan melibatkan anak secara aktif melalui kegiatan seni, literasi, dan kunjungan belajar.
Kegiatan di luar kelas atau outing class menjadi salah satu sarana untuk memperluas wawasan anak. Dengan begitu, proses pendidikan di TKIT Al-Fatwa diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga percaya diri dan kreatif dalam menghadapi perkembangan zaman.