BANDUNG — Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW pada 21-25 Agustus mendorong lonjakan signifikan pergerakan penumpang kereta api di wilayah Daop 2 Bandung. Data PT KAI Daop 2 Bandung mencatat total lebih dari 56.000 pergerakan penumpang jarak jauh hanya di dua stasiun utama, yakni Bandung dan Kiaracondong, selama periode lima hari tersebut.
Stasiun Bandung menjadi titik tersibuk dengan 27.814 penumpang berangkat dan 28.948 penumpang tiba. Adapun Stasiun Kiaracondong melayani 14.280 penumpang berangkat serta 13.615 penumpang datang. Angka ini menegaskan posisi Bandung sebagai pusat distribusi wisatawan ke berbagai daerah di Jawa Barat.
Priangan Timur Ikut Kebagian lonjakan Penumpang
Pergerakan penumpang tidak hanya terpusat di Bandung. Tiga stasiun di Priangan Timur—Tasikmalaya, Banjar, dan Garut—mencatat total 26.676 pergerakan penumpang. Stasiun Tasikmalaya melayani 6.388 orang berangkat dan 6.140 orang tiba, sedangkan Banjar mencatat 3.713 berangkat dan 3.536 tiba.
Stasiun Garut menjadi yang terendah dengan 3.439 penumpang berangkat dan 3.460 tiba. Meski begitu, angkanya tetap menunjukkan tren positif bagi sektor pariwisata di wilayah selatan Jawa Barat.
Kereta Lokal Siliwangi Jadi Andalan ke Cianjur
Di jalur barat, KA Lokal Siliwangi yang melayani lintas Cipatat-Sukabumi mencatatkan total 21.248 pergerakan penumpang. Stasiun Cianjur menjadi penyumbang terbesar dengan 6.767 orang berangkat dan 7.063 orang datang. Adapun Stasiun Cipatat mencatat 3.437 keberangkatan dan 3.981 kedatangan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menuturkan bahwa tingginya mobilitas ini menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk berwisata maupun bersilaturahmi.
"Banyak masyarakat memanfaatkan momentum libur panjang ini untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan kuliner di wilayah Bandung dan sekitarnya," ujar Kuswardojo dalam keterangan resminya.
Dampak Positif bagi Ekonomi Kreatif Lokal
Lonjakan penumpang ini berbanding lurus dengan potensi perputaran uang di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Daerah seperti Garut yang dikenal dengan kulit dan dodol, atau Bandung dengan kuliner serta factory outlet-nya, diperkirakan menerima dampak langsung dari belanja wisatawan.
Kuswardojo menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga pelayanan terbaik selama periode libur panjang.
"KAI Daop 2 Bandung akan terus memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, selamat, dan tepat waktu hingga pelanggan tiba di stasiun tujuan," tutupnya.