BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyebut provinsinya memiliki infrastruktur logistik yang terintegrasi untuk bersaing di kancah investasi global. Pelabuhan Internasional Patimban, BIJB Kertajati, serta jaringan jalan tol Cisumdawu, Purbaleunyi, dan Cipali disebut sebagai penopang utama konektivitas.
Modal Besar: 51 Juta Penduduk Produktif
Erwan menjelaskan, jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai sekitar 51 juta jiwa dan didominasi usia produktif menjadi daya tarik tersendiri. Pertumbuhan ekonomi provinsi pada triwulan I 2026 tercatat 5,79 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Jawa Barat memiliki infrastruktur yang sudah siap, seperti Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Internasional Kertajati, serta jaringan jalan tol Cisumdawu, Purbaleunyi, dan Cipali yang memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung efisiensi distribusi barang dan jasa,” ujar Erwan dalam forum tersebut.
Malaysia: Mitra Dagang dengan Surplus USD1,1 Miliar
Forum SIBS@ASEAN 2026 yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026 itu dihadiri 225 delegasi Malaysia dan 200 delegasi Indonesia. Erwan menyebut Malaysia sebagai salah satu mitra strategis Jawa Barat dengan realisasi investasi mencapai Rp47 triliun dalam lima tahun terakhir.
Dari sektor perdagangan, Malaysia masuk dalam 10 besar negara tujuan ekspor Jawa Barat. Neraca perdagangan mencatat surplus sekitar USD1,1 miliar. Sektor pariwisata juga berkontribusi signifikan, dengan wisatawan Malaysia menyumbang 12,5 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.
Rebana Metropolitan dan Penandatanganan MoU
Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik bersama Kepala Badan Pengelola Rebana Metropolitan Helmy Yahya turut memaparkan potensi investasi di kawasan Rebana. Kawasan industri ini ditopang langsung oleh Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang.
Menteri Besar Selangor Dato Seri Amirudin Shari berharap forum ini menghasilkan kerja sama konkret antar pelaku usaha kedua wilayah. Sejumlah nota kesepahaman (MoU) ditandatangani di bidang perdagangan, pendidikan, pariwisata, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami berkomitmen mendukung dan mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan visi Jabar Istimewa, yaitu Jawa Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Erwan Setiawan.