BOGOR — John Herdman mengaku antusias sekaligus gugup saat memasuki kawasan Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, sekitar pukul 15.45 WIB. Pelatih asal Selandia Baru itu datang bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Tohir, untuk membahas perkembangan dan dukungan terhadap Timnas Indonesia.
"Ya sangat antusias (bertemu presiden), suatu kehormatan buat saya," ujar Herdman kepada awak media dari dalam mobil.
Target Piala Dunia 2030 Butuh Dukungan Semua Pihak
Herdman tidak ragu menyampaikan target jangka panjang yang sudah dirancang untuk skuad Garuda. Ia menargetkan Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2030 — sebuah ambisi yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.
"Kami berharap dapat membawa tim ini ke World Cup pada tahun 2030. Dan kami akan membutuhkan dukungan dari semua orang," kata Herdman.
Pertemuan Perdana dengan Presiden, Herdman Akui Grogi
Bagi Herdman, pertemuan dengan Presiden Prabowo menjadi pengalaman pertama. Ia menyebut kehadiran dan semangat presiden sangat penting untuk membangun kepercayaan diri para pemain.
"Saya pikir selalu Presiden, keinginannya, semangatnya, dan juga dukungannya," ujarnya.
Menurut Herdman, kepemimpinan Presiden Prabowo memberikan keyakinan tambahan bagi pemain Timnas Indonesia. "Untuk mengetahui bahwa kita memiliki pemimpin di belakang kita," katanya.
Meski tampil percaya diri di depan kamera, Herdman mengaku tetap merasakan ketegangan. "Ya, tentu saja saya gementar," ujarnya.
Apa yang Dibahas dalam Rapat Terbatas?
Agenda rapat terbatas di Hambalang diperkirakan membahas dukungan penuh pemerintah terhadap program pembinaan Timnas Indonesia. Kehadiran Menpora Erick Tohir memperkuat sinyal bahwa pemerintah serius mendorong target lolos Piala Dunia 2030.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana mengenai hasil pertemuan. Namun, langkah Herdman yang langsung menemui presiden di awal masa tugasnya menunjukkan urgensi pembenahan sepak bola nasional.