JAWA BARAT — Keramaian di kawasan Monas pada Minggu (14/6) pagi bukan sekadar olahraga biasa. BTN JAKIM 2026 yang digelar dua hari sukses mengumpulkan 45.000 pelari dari berbagai negara. Dari jumlah itu, 1.012 di antaranya adalah pelari internasional — menjadikannya salah satu maraton dengan partisipasi mancanegara terbesar di Tanah Air.
Rinciannya, 8.200 orang ikut kategori Marathon (42K), 21.300 pelari di Half Marathon (21K), 10.000 orang di kategori 10K, dan 5.500 sisanya di nomor 5K. "Ini luar biasa. Mudah-mudahan menjadi kalender kegiatan setiap tahun," ujar Rano Karno usai melepas peserta.
Erick Thohir: Kita Butuh Sirkuit Maraton Asia Tenggara
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir melihat potensi besar dari ajang ini. Menurutnya, BTN JAKIM 2026 membuktikan olahraga bisa jadi motor ekonomi. "Tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga berkontribusi terhadap sport tourism dan industri olahraga nasional," katanya.
Erick bahkan mengungkapkan wacana pembentukan sirkuit maraton regional bersama Singapura, Malaysia, dan Filipina. "Kalau di dunia ada Boston Marathon dan Tokyo Marathon, kenapa Asia Tenggara tidak punya event bersama? Mudah-mudahan 2027 atau 2028 bisa terwujud," ujarnya.
Danantara Ikut Garansi, Target Jadi Major Marathon Dunia
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Danny Oskaria menegaskan dukungan penuh untuk pengembangan event ini. "Dampak ekonominya besar. Kami berharap Jakarta International Marathon bisa berkembang menjadi salah satu major marathon di masa depan," kata Danny.
Komitmen ini penting karena ajang sebesar itu membutuhkan pendanaan dan infrastruktur yang matang. Dengan dukungan BTN sebagai sponsor utama dan Danantara di belakangnya, target menembus kalender maraton elite dunia bukan lagi sekadar wacana.
Pelari Kenya dan Ethiopia Kuasai Podium, Robi Syanturi Juara Nasional
Di nomor Open Marathon Putra, Kennedy Njogu Muhia dari Kenya menjadi yang tercepat dengan waktu 2 jam 16 menit 23 detik. Ia mengaku cuaca panas dan lembap Jakarta jadi tantangan terbesar. "Latihan disiplin sejak Januari usai Hong Kong Marathon akhirnya membuahkan hasil," katanya.
Posisi kedua ditempati Ezekiel Kemboi Omullo (Kenya) dengan 2:16:43, sementara Abdi Asefa Kebede (Ethiopia) finis ketiga di 2:20:04. Untuk kategori putri, Alemnesh Herpha Guta (Kenya) mencatat 2:36:54, unggul dari Meseret Dinke Meleka (Ethiopia) dan Eunice Nyawira Muchiri (Kenya).
Di level nasional, Robi Syanturi menjadi yang tercepat di nomor Marathon Putra dengan waktu 2:27:58. Menariknya, Robi sempat menghentikan lari beberapa menit untuk menunaikan salat Subuh sebelum melanjutkan perlombaan. Sementara itu, Isania Tarigan merebut gelar juara nasional putri dengan catatan 3:08:47.
Dengan rekor 45.000 pelari dan dukungan penuh dari BTN serta Danantara, Jakarta kini resmi masuk peta maraton dunia. Tantangan ke depan adalah konsistensi penyelenggaraan dan infrastruktur yang mumpuni agar predikat "major marathon" bisa diraih dalam beberapa tahun ke depan.