Pencarian

Sekolah Rakyat Temukan Anak 15 Tahun Tak Pernah Sekolah, Gus Ipul Sebut Fenomena 'De-Invisible People'

Minggu, 07 Juni 2026 • 19:44:01 WIB
Sekolah Rakyat Temukan Anak 15 Tahun Tak Pernah Sekolah, Gus Ipul Sebut Fenomena 'De-Invisible People'
Gus Ipul mengungkapkan temuan anak usia 15 tahun yang belum pernah sekolah dalam program Sekolah Rakyat.

JAWA BARAT — Gus Ipul menyebut kelompok anak-anak ini sebagai bagian dari de-invisible people—istilah yang digunakan Presiden untuk merujuk warga yang selama ini luput dari jangkauan negara. Temuan itu diperoleh melalui proses penjangkauan langsung ke keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria penerima manfaat Sekolah Rakyat.

"Ini adalah hasil penjangkauan sesuai arahan Presiden. Kami menemukan apa yang selama ini disebut Bapak Presiden sebagai bagian dari de-invisible people," kata Gus Ipul dalam keterangannya di SRMP 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6).

Satu Kasus: Al Jabbar, 15 Tahun, Tak Pernah Sentuh Bangku Sekolah

Salah satu temuan yang menonjol adalah seorang remaja bernama Al Jabbar, 15 tahun. Ia mengaku belum pernah mengenyam pendidikan formal sama sekali. Gus Ipul menjadikan kasus ini sebagai contoh nyata dari masih adanya anak-anak yang tidak tersentuh sistem.

"Banyak sekali yang seperti ini. Ini sekadar contoh," ujarnya.

Menurut Gus Ipul, proses penjangkauan tidak hanya menemukan anak-anak yang belum pernah sekolah, tetapi juga mereka yang putus sekolah dan berisiko putus sekolah. Temuan ini, lanjutnya, membuka fakta bahwa akses pendidikan dan perhatian negara belum merata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Sekolah Rakyat: Bukan Sekadar Kelas, Tapi Pintu Masuk Negara

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak dirancang semata-mata sebagai lembaga pendidikan formal. Lebih dari itu, program ini menjadi instrumen untuk mendeteksi dan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.

"Sekolah Rakyat merupakan salah satu cara negara hadir bagi kelompok masyarakat yang paling rentan dan paling membutuhkan bantuan," kata Gus Ipul.

Pemerintah, menurutnya, akan terus memperkuat proses penjangkauan agar anak-anak yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan bisa kembali masuk ke sistem sekolah. Langkah ini menjadi prioritas karena data yang ditemukan di lapangan menunjukkan skala persoalan yang lebih besar dari perkiraan awal.

Dampak Kebijakan: Sistem Pendidikan Nasional Harus Berbenah

Temuan ini menyiratkan kelemahan sistem pendataan dan layanan dasar negara. Anak-anak seperti Al Jabbar tidak muncul di data sekolah, data kependudukan, maupun data penerima bantuan sosial. Mereka benar-benar tidak terlihat oleh negara hingga program Sekolah Rakyat melakukan penjangkauan langsung.

Gus Ipul melaporkan temuan ini kepada Presiden Prabowo Subianto di sela-sela kunjungan kerja di Bali. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperluas cakupan program dan memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal.

Pemerintah belum merinci target jumlah siswa Sekolah Rakyat secara nasional. Namun, temuan awal di lapangan menjadi sinyal bahwa negara harus bekerja lebih keras untuk menjangkau warganya yang paling tak terlihat.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks