Pencarian

Bandung Kucurkan Rp43 Miliar Atasi Putus Sekolah dan Mental Pelajar

Rabu, 06 Mei 2026 • 11:39:01 WIB
Bandung Kucurkan Rp43 Miliar Atasi Putus Sekolah dan Mental Pelajar
Wali Kota Bandung umumkan alokasi Rp43 miliar untuk atasi putus sekolah dan dukung kesehatan mental pelajar.

Pemerintah Kota Bandung resmi menggulirkan dana segar senilai Rp43 miliar yang menyasar berbagai sektor krusial di dunia pendidikan. Fokus utama penyaluran dana ini adalah menekan angka putus sekolah melalui program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) serta memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan bantuan finansial.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa alokasi besar ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia di Kota Kembang. Pengumuman tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kota Bandung yang digelar di Balai Kota, Senin (4/5/2026).

Prioritas Kesehatan Mental dan Penguatan Guru BK

Salah satu poin krusial yang diangkat Farhan dalam kebijakan terbaru ini adalah respons terhadap kondisi psikologis pelajar. Data menunjukkan puluhan ribu siswa di Kota Bandung terindikasi mengalami masalah kesehatan mental, mulai dari tingkat stres ringan hingga depresi berat yang menghambat proses belajar.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung bakal memperkuat peran guru bimbingan konseling (BK) di setiap sekolah. Guru BK tidak lagi hanya bertugas menangani kedisiplinan, tetapi akan mendapatkan pelatihan intensif dan kolaborasi langsung dengan psikolog profesional untuk mendampingi siswa.

“Ini tantangan besar. Kita tidak bisa hanya fokus pada akademik, tapi juga kondisi mental anak-anak kita,” ujar Farhan di hadapan jajaran perangkat daerah dan para pendidik.

Rincian Alokasi Dana RMP dan Beasiswa Mahasiswa

Dari total anggaran yang disiapkan, porsi terbesar dialokasikan untuk program RMP guna memastikan tidak ada anak Bandung yang berhenti sekolah karena kendala biaya. Berikut adalah rincian distribusi anggarannya:

  • Rp36,35 miliar: Disalurkan khusus untuk program RMP bagi siswa yang menempuh pendidikan di SD dan SMP swasta.
  • Rp6,87 miliar: Dialokasikan sebagai bantuan pendidikan bagi hampir 2.000 mahasiswa asal Kota Bandung.

Farhan secara terbuka meminta DPRD Kota Bandung dan awak media untuk mengawal ketat realisasi anggaran ini agar sampai ke tangan yang tepat tanpa potongan. "Catat janji kami. Pastikan ini terealisasi tepat waktu," tegasnya.

Rintisan Sekolah Inklusif dan Kurikulum Deep Learning

Selain bantuan finansial, Pemkot Bandung mulai merambah sektor pendidikan inklusif. Farhan menyatakan komitmennya untuk membuka akses lebih luas bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui rintisan sekolah inklusif di beberapa titik strategis. Meski diakui bukan perkara mudah, langkah ini dianggap mendesak demi kesetaraan hak pendidikan.

Sistem pembelajaran di sekolah juga akan diarahkan pada pendekatan deep learning yang dikombinasikan dengan penguatan karakter. Program ini mencakup digitalisasi sekolah, peningkatan literasi, serta fokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika).

Guna memperkuat kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, Pemkot Bandung menggandeng TNI dan Polri untuk memberikan pelatihan karakter di lingkungan sekolah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mentalitas yang tangguh dan cinta tanah air.

Bagikan
Sumber: juaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks