BANDUNG — Dinas Sosial Kota Bandung memperkuat sistem penanganan warga rentan melalui optimalisasi rumah singgah sebagai lokasi rehabilitasi sementara yang komprehensif. Fasilitas ini tidak lagi hanya sekadar tempat penampungan, melainkan pusat pemulihan sosial yang terintegrasi dengan berbagai layanan publik.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, Irvan Alamsyah, menjelaskan bahwa penanganan PMKS kini dilakukan melalui tahapan sistematis. Proses dimulai dari penjangkauan di jalanan, dilanjutkan dengan asesmen mendalam, hingga tahap pemulihan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap individu.
Rumah Singgah Sediakan Layanan Kesehatan Hingga Adminduk
Rumah singgah menjadi titik krusial bagi PMKS yang terjaring operasi gabungan lintas instansi. Di lokasi ini, warga rentan mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar yang mencakup sandang, pangan, obat-obatan, hingga akses layanan kesehatan rutin bagi mereka yang membutuhkan perawatan medis.
“Tempat tersebut menjadi lokasi penanganan sementara bagi PMKS hasil penjangkauan gabungan bersama lintas OPD, Satpol PP, Damkar, aparat kewilayahan, dan unsur lainnya dalam rangka penataan dan beautifikasi Kota Bandung,” kata Irvan di Bandung, Jumat.
Selain kebutuhan fisik, Pemkot Bandung juga memfasilitasi pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) dan akses pendidikan bagi anak-anak yang berada di rumah singgah. Program ini juga mencakup bimbingan sosial yang menyasar keluarga dan penyandang disabilitas agar mereka siap kembali ke lingkungan masyarakat.
Mengapa Deteksi Dini PMKS Sering Terhambat Keluarga?
Meski fasilitas telah disiapkan, Irvan mengakui tantangan terbesar justru datang dari lingkungan internal keluarga. Masih banyak ditemukan kasus di mana pihak keluarga sengaja menyembunyikan anggota keluarga yang menyandang disabilitas, sehingga proses penanganan medis maupun sosial menjadi terlambat.
Pihak Dinsos menemukan sejumlah kasus warga yang sebelumnya dianggap mengalami gangguan jiwa, namun setelah diperiksa oleh tenaga kesehatan dan psikolog, ternyata merupakan penyandang disabilitas mental. Perbedaan