SUMEDANG — DPW LDII Jawa Barat kembali melaksanakan program pemberdayaan ekonomi melalui Akademi Entrepreneur Batch 2. Kegiatan yang berlangsung di Graha Aulia, Jatinangor, ini menyasar ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat untuk bertransformasi menjadi wirausaha mandiri.
Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, menekankan bahwa kemandirian finansial bagi seorang mubaligh merupakan instrumen penting dalam mendukung kelancaran dakwah. Menurutnya, capaian materi harus dimaknai sebagai sarana untuk meningkatkan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
"Jadilah pribadi yang mandiri secara finansial, sehingga bisa lebih leluasa membantu sesama dan berkontribusi untuk masyarakat," ujar Dicky saat memberikan sambutan pembukaan.
Pentingnya Keberanian Mengambil Risiko dalam Berbisnis
Dicky membagikan pengalaman pribadinya saat memutuskan berhenti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) demi terjun ke dunia usaha. Ia menegaskan bahwa mentalitas dalam menghadapi kegagalan adalah pondasi utama yang harus dimiliki setiap calon pengusaha.
"Dalam berwirausaha, proses jatuh bangun itu hal yang biasa. Yang penting terus belajar dan tidak berhenti mencoba," katanya di hadapan ratusan peserta.
Keberanian mengambil risiko dan kesiapan mental dinilai menjadi kunci utama bagi para mubaligh yang ingin merintis usaha dari nol. Program ini diharapkan mampu mengubah pola pikir peserta agar tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan tetap.
Lonjakan Peserta dan Fokus Pendampingan Teknis
Ketua Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Manusia (EPM) DPW LDII Jawa Barat, Tulus Pribadi, menyebut minat peserta pada angkatan kedua ini meningkat signifikan. Antusiasme ini terlihat dari beragamnya latar belakang peserta, mulai dari pemula hingga mereka yang sudah memiliki embrio usaha.
Berdasarkan data penyelenggara, angkatan pertama pada Januari lalu diikuti oleh 119 peserta. Pada Batch 2 ini, jumlah peminat terus bertambah dari berbagai daerah, menunjukkan tren positif terhadap literasi kewirausahaan di lingkungan organisasi.
“Banyak yang datang dari berbagai daerah untuk belajar dan mengembangkan usaha. Kami memberikan pendampingan teknis serta bimbingan langsung dari para mentor berpengalaman,” jelas Tulus.
Membentuk Karakter Wirausaha yang Adaptif
Akademi Entrepreneur ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga fokus pada pembentukan karakter wirausaha yang adaptif dan berdaya saing. Kurikulum yang disusun diarahkan agar para pelaku usaha baru mampu membaca peluang pasar di era digital.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Penasehat serta jajaran pengurus pleno DPW LDII Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari peta jalan organisasi dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.
Melalui pendampingan yang intensif, LDII Jawa Barat menargetkan lahirnya ekosistem ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat nyata, baik secara ekonomi bagi keluarga mubaligh maupun dampak sosial bagi lingkungan sekitar.