JAWA BARAT — Nominasi Beckham untuk kelas induksi tahun depan memicu perdebatan di kalangan pemilih hall of fame. Sebagian mempertanyakan mengapa legenda Inggris itu masuk kategori veteran, bukan builder yang memang diperuntukkan bagi mereka yang berkarya di luar lapangan.
US Soccer Hall of Fame sendiri berdiri di sudut Toyota Stadium, markas FC Dallas. Setiap kelas baru yang diinduksi mengenakan jaket merah khas dan menerima sambutan resmi dari pelatih serta mantan pemain.
Preseden Pemain Asing di Hall of Fame AS
Hall of Fame sepak bola Amerika Serikat sudah lama menerima figur kelahiran luar negeri. Tradisi itu berjalan sejak awal berdirinya, bukan kebijakan baru.
Joe Gaetjens, pencetak gol kemenangan AS atas Inggris di Piala Dunia 1950, bahkan belum menjadi warga negara AS saat mencetak gol bersejarah tersebut. Ia tidak pernah menyelesaikan naturalisasinya.
Era NASL meninggalkan jejak serupa. Pelé, Franz Beckenbauer, dan Carlos Alberto sudah lebih dulu diabadikan. Tahun lalu giliran Steve Zungul, legenda indoor, yang masuk. Tatu, nama besar lain dari sepak bola arena, kemungkinan menyusul tahun ini.
Standarnya sederhana: kontribusi besar untuk sepak bola Amerika Serikat, tanpa memandang asal negara.
Warisan Beckham di LA Galaxy dan MLS
Beckham memperkuat LA Galaxy pada 2007-2012. Masa awalnya penuh gejolak, yang kemudian dibukukan mendiang Grant Wahl dalam The Beckham Experiment.
Setelah badai awal berlalu, Beckham menjadi pilar utama Galaxy. Bersama Landon Donovan, ia membawa klub meraih dua gelar liga dan dua Supporters' Shield.
Dampak terbesarnya justru di level kompetisi. MLS menciptakan designated player rule khusus untuk mengakomodasi kedatangannya. Regulasi itu mengubah lanskap liga secara fundamental.
Ribuan penonton yang sebelumnya tidak mengenal MLS datang ke stadion demi melihat Beckham. Pola ini mengingatkan pada fenomena Pelé di era NASL.
Perbandingan dengan Pelé dan Inter Miami
Setelah pensiun, Beckham tidak menjauh dari sepak bola Amerika. Ia mendirikan Inter Miami, klub yang kini menjadi standar baru MLS dan berhasil mendatangkan Lionel Messi.
Pelé lebih dulu menempuh jalur serupa. Setelah pensiun, ia mendirikan kamp sepak bola di New Jersey yang melahirkan ribuan anak pecinta sepak bola, beberapa di antaranya memperkuat timnas AS.
Namun sepak bola profesional AS sempat kolaps dalam tujuh tahun setelah Pelé pergi. Beckham meninggalkan warisan yang lebih tahan lama lewat ekspansi liga yang hampir dua kali lipat dalam satu dekade.
Mengapa Induksi Tahun Ini Masuk Akal
Argumen penolakan berpusat pada satu hal: beberapa tahun lagi, nama Beckham kemungkinan muncul di daftar nominasi builder. Jika peluangnya besar di kategori itu, mengapa tidak memberi kesempatan kepada kandidat lain sekarang?
Bagi sebagian pemilih, termasuk penulis Pablo Iglesias Maurer, keputusan ini justru sederhana. Karier bermain Beckham saja sudah setara dengan banyak anggota hall of fame lain.
Pekerjaan Beckham sebagai builder berjalan bersamaan dengan karier bermainnya. Kehadirannya di lapangan memberi legitimasi bagi liga yang masih muda saat itu dan memicu lonjakan popularitas selama satu dekade.
Jika Pelé punya tempat di hall of fame, argumen serupa berlaku untuk Beckham. Pengaruh keduanya terhadap sepak bola Amerika Serikat sama besarnya.