BEKASI — Rencana awal PT PLN (Persero) untuk menyalurkan listrik produksi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi ke gardu induk dan didistribusikan ke luar kota urung dilakukan. PLN justru memutuskan untuk mendedikasikan seluruh energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut bagi pemenuhan kebutuhan warga Kota Bekasi.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan hasil kajian atas tingginya beban listrik di wilayah tersebut. "Ternyata beban listrik di Kota Bekasi tinggi. Maka kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi untuk Kota Bekasi," katanya saat acara peletakan batu pertama proyek pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).
Listrik dari Sampah, Dikirim Kembali untuk Warga
Darmawan menjelaskan, jarak antara lokasi PSEL dan gardu hubung hanya sekitar 5 kilometer. Listrik yang diproduksi akan disalurkan melalui sambungan tiang listrik menuju gardu tersebut, sehingga distribusinya dinilai efisien dan tepat sasaran.
"Jadi nanti begitu listriknya sudah diproduksi, Pak Wali Kota Bekasi bisa menyampaikan bahwa listrik yang dihasilkan dari sampah. Jadi sampah Kota Bekasi masuk ke PSEL kita produksi dan kita kirim lagi untuk warga Kota Bekasi," ujarnya.
Fokus Utama Proyek: Lingkungan Bersih, Bukan Sekadar Listrik
Dalam kesempatan yang sama, Darmawan menegaskan bahwa keberadaan PSEL bukan semata-mata untuk menghasilkan energi. Ia menyebut bahwa produk utama dari fasilitas ini adalah lingkungan yang lebih bersih bagi masyarakat.
"Jadi produk utama PSEL itu bukan listrik tapi lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by produk dari program ini," tegas Darmawan.
Proyek pembangunan PSEL Kota Bekasi resmi dimulai pada Rabu (26/8/2026). Pada hari yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (Persero) dan pihak terkait, menandai komitmen bersama dalam merealisasikan pengelolaan sampah terpadu di ibu kota Provinsi Jawa Barat ini.