SUKABUMI — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pembangunan hunian baru bagi korban banjir di Kabupaten Sukabumi terus berjalan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut proses relokasi dilakukan bertahap menyusul masih adanya sekitar 120 kepala keluarga (KK) yang belum mendapatkan kepastian tempat tinggal.
Bantuan penanganan darurat senilai lebih dari Rp 6 miliar sebelumnya telah disalurkan langsung melalui transfer ke rekening masing-masing warga terdampak. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang saku hingga membantu pembangunan sebagian rumah relokasi.
Bantuan Rp 6 Miliar Sudah Disalurkan ke Rekening Warga
Dedi Mulyadi menegaskan penanganan bencana banjir yang melanda Sukabumi pada Desember 2024 lalu sudah berjalan sejak awal masa kepemimpinannya. Ia mengklaim mayoritas rumah korban bencana kini sudah tertata kembali.
"Waktu awal bencana ketika saya mulai memimpin, penanganan langsung berjalan. Total lebih dari Rp 6 miliar sudah kami serahkan melalui transfer rekening masing-masing, bahkan sebagian rumah korban bencana sudah tertata rapi," ujar Dedi, Selasa (25/8/2026).
120 KK Masih Menunggu Kepastian, Bupati Laporkan Ketersediaan Lahan
Kendati bantuan darurat telah cair, Dedi mengakui masih ada sekitar 120 KK yang sempat terkendala proses bantuan. Mereka masuk dalam skema usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Yang kemarin belum terealisasi itu merupakan usulan Bupati ke BNPB. Jadi saya tidak tahu, karena selama ini tidak ada pemberitahuan dari Bupati ada yang belum tertangani (Warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan)," katanya.
Meski begitu, Dedi tidak ingin mempermasalahkan keterlambatan alur komunikasi tersebut. Bupati Sukabumi Asep Japar kini telah melaporkan perkembangan terbaru soal ketersediaan lahan relokasi bagi warga terdampak.
Lahan untuk 46 KK Pertama Sudah Siap, Sisanya Masih Dicari
Pemkab Sukabumi telah menyiapkan lahan siap bangun yang diperuntukkan bagi 46 KK terlebih dahulu. Dedi memastikan proses relokasi tahap awal ini segera direalisasikan.
"Sudah enggak usah bicara yang menangani. Sekarang sudah tertangani. Bupati sudah lapor ada tanah untuk 46 KK," ucapnya.
Sementara itu, Pemkab Sukabumi masih terus mencari alokasi tanah lanjutan untuk menampung sisa dari total 120 KK korban bencana. "Bupati masih mencari alokasi tanah untuk sisanya 120 KK," tuturnya.
Sebelumnya, warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi menyampaikan keluh kesahnya melalui media sosial. Mereka mengaku lelah menanti kepastian bantuan hunian serta dana untuk mengontrak rumah seusai terdampak bencana banjir pada 2024 lalu.