SUKABUMI — Tiga bocah meninggal dunia dalam kobaran api yang melahap rumah panggung mereka di Kampung Babakan Bandung, RT 01/RW 06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (23/7/2026) malam. Ketiga korban adalah Aljenar Malik Saputro (siswa SD), Saka Asadek (PAUD), dan Shakila Almahira Quenza (balita). Mereka diketahui sedang tertidur pulas di kamar yang sama saat api mulai membesar.
Kronologi: Anak Pertama Nyalakan Lilin Sebelum Tidur
Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar, mengungkapkan kebakaran bermula dari pemadaman listrik yang melanda wilayah setempat sejak pukul 18.00 WIB. Anak pertama korban kemudian menyalakan lilin di ruang tamu untuk penerangan. Setelah itu, ketiga anak masuk ke kamar dan tertidur.
“Kronologinya, anak pertama menyalakan lilin di ruang tamu karena mati lampu. Setelah itu korban tidur, lalu terjadi kebakaran,” ujar Yanuar saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).
Material Kayu Buat Api Cepat Membesar
Konstruksi rumah panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bangunan. Kobaran api menimbun para korban di dalam kamar sebelum sempat menyelamatkan diri. Polisi masih mendalami apakah kamar tempat korban tidur dalam keadaan terkunci saat kebakaran terjadi.
“Luka bakar ketiga korban mencapai hampir 100 persen,” kata Yanuar menambahkan.
Identitas Korban dan Tindak Lanjut
Ketiga korban merupakan anak kandung dari satu keluarga. Aljenar Malik Saputro diketahui masih duduk di bangku sekolah dasar, Saka Asadek anak usia PAUD, dan Shakila Almahira Quenza masih balita. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi.
Pemadaman listrik yang kerap terjadi di wilayah pedesaan Sukabumi kerap memaksa warga menggunakan lilin atau lampu minyak sebagai penerangan alternatif. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya meninggalkan api terbuka tanpa pengawasan, terutama di rumah dengan material mudah terbakar.