Pencarian

Warga Jawa Barat Bisa Cek Arah Kiblat Lebih Akurat Hari Ini, Cukup Pakai Tongkat dan Bayangan Matahari

Rabu, 15 Juli 2026 • 12:20:02 WIB
Warga Jawa Barat Bisa Cek Arah Kiblat Lebih Akurat Hari Ini, Cukup Pakai Tongkat dan Bayangan Matahari
Warga Jawa Barat dapat memverifikasi arah kiblat secara akurat pada hari ini dengan metode tongkat istiwa.

BANDUNG — Masyarakat di Jawa Barat bisa mengecek arah kiblat secara akurat tanpa perlu kompas digital atau alat ukur rumit. Cukup menyiapkan tongkat tegak, permukaan datar, penanda, dan jam yang sudah disinkronkan dengan waktu resmi. Bayangan yang jatuh dari tongkat akan menjadi petunjuk alami menuju Kakbah.

Fenomena ini dikenal sebagai Rashdul Qiblat atau Istiwa A’zam. Posisi matahari yang berada tepat di atas Kakbah membuat arah sinarnya bisa dijadikan patokan untuk memverifikasi kiblat di wilayah yang masih terkena sinar matahari. Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat menetapkan waktu pengukuran pada pukul 16.27 WIB.

Bagaimana Cara Mengukur yang Benar?

Warga harus memilih lokasi terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Tongkat atau benda lurus diletakkan dalam posisi benar-benar tegak di atas permukaan rata. Disarankan mulai menyiapkan peralatan sejak pukul 16.20 WIB agar tidak terburu-buru.

Tepat pukul 16.27 WIB, tandai ujung bayangan tongkat. Tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat. Arah dari ujung bayangan ke pangkal itulah arah menuju Kakbah. Jika garis ditarik terbalik—dari pangkal ke ujung bayangan—arah yang diperoleh justru berlawanan dengan kiblat.

Mengapa Momentum Ini Penting?

Banyak masjid, musala, sekolah, pesantren, hingga hotel menggunakan metode lama dalam menentukan arah kiblat. Peralatan yang kurang presisi, perubahan konstruksi, renovasi bangunan, hingga kesalahan saat membuat garis saf bisa menyebabkan patokan kiblat tidak lagi akurat. Arah menuju Kakbah sebenarnya tidak berubah, tetapi garis atau penanda yang digunakan manusia bisa meleset atau bergeser.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan, fenomena matahari di atas Kakbah terjadi karena letak Kakbah masih berada dalam lintasan semu tahunan matahari. Peristiwa ini umumnya berlangsung dua kali setahun, yakni sekitar akhir Mei dan pertengahan Juli.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Pengukuran Berbeda?

Apabila hasil pengukuran menunjukkan perbedaan besar dengan garis saf masjid atau musala, pengurus tidak disarankan langsung mengubahnya. Pengukuran sebaiknya diulang, didokumentasikan, kemudian dikonsultasikan kepada KUA atau petugas hisab rukyat Kementerian Agama setempat.

Cuaca menjadi faktor penting lainnya. Matahari tetap berada pada posisi yang telah diperhitungkan meskipun langit tertutup awan. Namun, pengukuran sulit dilakukan apabila bayangan tongkat tidak terlihat jelas. Warga yang gagal melakukan pengukuran hari ini masih bisa mencoba lagi pada Kamis (16/7/2026) pukul 16.27 WIB. Prakiraan cuaca setempat dapat diperiksa melalui kanal resmi BMKG.

Momentum ini juga menjadi bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Kementerian Agama menargetkan verifikasi arah kiblat di 1.448.000 titik di seluruh Indonesia. Satu tongkat, satu bayangan, dan beberapa menit perhatian bisa membantu mengoreksi penanda kiblat yang mungkin selama bertahun-tahun tidak pernah diperiksa kembali.

Bagikan
Sumber: lintaspriangan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks