Pencarian

Dua TPA di Bekasi Jadi Prioritas Antisipasi Kebakaran saat Musim Kemarau, Api Sulit Dipadamkan karena Tumpukan Plastik

Sabtu, 04 Juli 2026 • 13:40:31 WIB
Dua TPA di Bekasi Jadi Prioritas Antisipasi Kebakaran saat Musim Kemarau, Api Sulit Dipadamkan karena Tumpukan Plastik
TPA Sumurbatu dan Bantargebang di Bekasi menjadi fokus antisipasi kebakaran musim kemarau.

KOTA BEKASI — Dua TPA di wilayah Kota Bekasi masuk dalam peta rawan kebakaran yang disusun Disdamkarmat setempat. Keduanya adalah TPA Sumurbatu milik Pemerintah Kota Bekasi dan TPA Bantargebang yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sekretaris Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, mengatakan bahwa timnya sudah melakukan pemetaan terhadap kedua lokasi tersebut. Pemetaan ini bertujuan agar petugas bisa mengambil langkah cepat jika titik api muncul.

"Pada musim kemarau saat ini kami antisipasi potensi kebakaran pada lahan TPA. Karena kalau sampai terjadi butuh penanganan ekstra karena sulit dipadamkan," kata Heryanto kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).

Bahan Mudah Terbakar di TPA Jadi Pemicu

Menurut Heryanto, potensi kebakaran muncul karena tumpukan sampah mengandung material yang mudah terbakar saat terkena panas. Salah satu yang paling rawan adalah sampah plastik yang menumpuk dalam volume besar.

"Kebakaran itu terjadi karena adanya pemicu, pemicunya itu panas karena ada bahan mudah terbakar. Makanya kita antisipasi kebakaran di TPA jangan sampai terjadi," ujarnya.

Api di lahan TPA dikenal sulit dipadamkan karena menjalar ke lapisan dalam tumpukan sampah. Permukaan yang terbakar bisa dipadamkan, tapi bara di bawahnya kerap bertahan dan memicu kobaran baru beberapa jam kemudian.

Warga Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan

Disdamkarmat Kota Bekasi juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran, terutama di sekitar permukiman dekat TPA. Dua kebiasaan yang paling diwaspadai adalah membakar sampah di pekarangan dan membuang puntung rokok sembarangan.

"Himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran. Misalnya membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan ini kita himbau terus agar dihindari," kata Heryanto mengakhiri keterangannya.

Musim kemarau di wilayah Jabodetabek diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Pada periode yang sama tahun lalu, kebakaran lahan TPA di Bantargebang sempat terjadi dan membutuhkan waktu tiga hari untuk benar-benar padam.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks