SUMEDANG — Proses penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang dikebut dengan metode konstruksi yang tidak biasa. Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno menyebut inovasi stick on wall diterapkan pada pekerjaan plesteran dan acian dinding untuk memangkas waktu pengerjaan di tahap akhir.
Memangkas Waktu Finishing dengan Teknologi Plester Instan
Metode stick on wall menjadi solusi untuk mengejar target operasional sekolah sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru. "Kami melakukan inovasi pada beberapa pekerjaan finishing, antara lain penggunaan stick on wall," ujar Tomi dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).
Selain inovasi material, strategi percepatan juga dilakukan dengan menambah jumlah tenaga kerja. Saat ini, sekitar 820 orang dikerahkan untuk menyelesaikan proyek yang berdiri di atas lahan bekas persawahan tersebut.
Tantangan Lahan Bekas Sawah dan Pasokan Air Bersih
Proses pematangan lahan menjadi tantangan awal karena lokasi proyek sebelumnya merupakan kawasan persawahan. Kontraktor harus mengganti lapisan lumpur dengan material yang lebih stabil agar pondasi bangunan kokoh.
Persoalan lain muncul dari kebutuhan air bersih yang masih mengandalkan pasokan PDAM. Tomi mengaku pasokan air saat ini baru mengalir setiap dua hari sekali. Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk melakukan optimalisasi pasokan air ke kawasan sekolah.
Fasilitas Modern di Atas Lahan 7,3 Hektare
Sekolah Rakyat Sumedang dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi. Area ini juga dilengkapi ruang terbuka hijau seluas 47.961 meter persegi.
Gedung sekolah, gedung serbaguna, kantin, dan dapur telah dinyatakan siap difungsikan. Kawasan ini juga memiliki laboratorium, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang pendidikan modern lainnya.
Zonasi Belajar dan Konstruksi Dipisah
Untuk mengantisipasi gangguan kegiatan belajar, Kementerian PU menyusun zonasi kawasan sekolah sesuai perkembangan pembangunan. Bangunan yang telah siap dipisahkan dari area konstruksi agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan penyelesaian proyek tidak boleh mengorbankan standar kualitas. "Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas. Hal ini agar segera dimanfaatkan masyarakat," kata Dody.
Pemkab Sumedang Siapkan Gerbang Bernuansa Lokal
Pemerintah Kabupaten Sumedang turut mendukung penuh proyek ini, terutama dalam fasilitasi pengadaan lahan. Sebagai bentuk identitas kawasan pendidikan, pemkab berkomitmen membangun gerbang utama dengan desain yang menampilkan kearifan lokal Sumedang.
Proyek ini dikerjakan melalui skema kerja sama operasi (KSO) antara PT Brantas Abipraya dan PT Uno Tanoh Seuramoh. Seluruh tahapan konstruksi ditargetkan rampung total sebelum tahun ajaran 2026/2027 dimulai.