BANDUNG — Angka siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri pada PCMB 2026 ternyata sebanding dengan jumlah sekolah swasta yang siap menerima mereka. Dinas Pendidikan Jawa Barat mencatat, 1.015 sekolah swasta telah bergabung dalam program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), meningkat drastis dari sebelumnya 751 sekolah.
Angka itu disebut Gubernur Dedi Mulyadi mampu menampung sekitar 70.000 hingga 80.000 siswa yang terdata dalam PCMB. Penandatanganan kerja sama digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (22/6/2026).
Skema Beasiswa: Pemprov Bayar Langsung ke Sekolah, Siswa Tak Keluar Biaya Awal
Dedi menegaskan, bantuan pendidikan diberikan melalui skema beasiswa perorangan. Dalam mekanisme ini, pemerintah provinsi bertindak sebagai pihak yang membayarkan biaya pendidikan langsung ke rekening sekolah swasta.
"Pemerintah provinsi bertindak sebagai orang tua yang membayarkan biaya sekolah langsung ke pihak sekolah," ujar Dedi dalam keterangan resminya.
Konsekuensinya, siswa yang tidak lolos sekolah negeri tetap bisa masuk sekolah swasta tanpa terbebani biaya pendaftaran atau uang pangkal di awal. Program ini, kata Dedi, menjadi jaring pengaman agar hak pendidikan masyarakat tetap terpenuhi.
Bertambahnya Jumlah Sekolah Swasta Bantah Anggapan Tak Mau Terlibat
Lonjakan jumlah sekolah swasta yang bergabung—dari 751 menjadi 1.015—sekaligus membantah anggapan bahwa lembaga pendidikan swasta enggan membantu pemerintah menangani siswa tak tertampung.
"Hal ini membuktikan bahwa opini yang menyatakan sekolah swasta tidak bersedia membantu adalah tidak benar," tegas Dedi.
Menurut dia, bertambahnya partisipasi sekolah swasta justru menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung akses pendidikan yang merata di Jawa Barat. Semua sekolah yang hadir secara fisik di Gedung Pakuan telah menandatangani kesepakatan resmi dengan Dinas Pendidikan.
PCMB 2026 Jadi Ujung Tombak Pemerataan Akses Pendidikan
Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) merupakan sistem yang digunakan Pemprov Jabar untuk mendata dan menyalurkan siswa secara lebih terukur. Program SSK menjadi solusi bagi siswa yang tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri akibat daya tampung terbatas.
Dengan skema ini, Pemprov Jabar berharap tidak ada satu pun siswa di wilayahnya yang putus sekolah hanya karena tidak lolos seleksi di jalur negeri. Seluruh proses penyaluran dan pencairan beasiswa akan diawasi langsung oleh Dinas Pendidikan untuk memastikan tepat sasaran.