BANDUNG — Polemik soal uang bonus Rp1 miliar yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada Persib Bandung akhirnya terjawab. Politisi Partai Gerindra itu secara terbuka membeberkan bahwa dana tersebut murni berasal dari rekening pribadinya, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau sumber lain yang tidak jelas.
“Saya jelaskan ya, dana yang diberikan satu miliar untuk Persib diambil dari rekening tabungan saya. Tabungan saya itu diisi di antaranya dari hasil penjualan sapi,” kata Dedi melalui keterangan yang disampaikan di media sosialnya, Senin (8/6/2026).
Siapa Saja Pembeli Sapi Milik Dedi Mulyadi?
Ribuan warganet mempertanyakan identitas pembeli sapi milik Gubernur Jabar tersebut. Dedi pun menyebutkan secara gamblang bahwa pembelinya cukup banyak, mulai dari masyarakat biasa yang membeli satu ekor hingga pebisnis yang mengambil empat ekor sekaligus.
“Ada yang beli satu, ada yang beli dua, ada yang beli tiga, bahkan ada yang beli empat ekor. Kalau saya sebutkan semuanya akan sangat panjang karena pembelinya banyak,” ujarnya.
Dokumentasi Transaksi Lengkap: Bukti Pengiriman hingga Foto Penerima
Dedi memastikan seluruh transaksi penjualan sapi terdokumentasi dengan rapi. Ia mengaku telah menyiapkan bukti pendukung mulai dari tanda terima pembayaran, data pengiriman, lokasi tujuan, hingga dokumentasi penerima sapi.
“Nanti kalau suatu saat diperlukan, data-datanya sudah saya siapkan. Bukti pengiriman sapinya ada, foto pengiriman ada, foto penerimanya juga lengkap,” katanya.
Menurut Dedi, transparansi ini penting untuk menghentikan spekulasi liar di tengah masyarakat. Ia justru menyambut baik kritik yang datang dan menganggapnya sebagai bentuk pengawasan publik yang positif.
Dedi Mulyadi: Kritik Membuat Saya Mawas Diri
Alih-alih merasa tersinggung, Dedi mengaku senang dengan banyaknya kritik dan pertanyaan yang muncul. Ia menilai hal itu membuatnya lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengkritik dan mengingatkan saya. Saya senang banyak yang mengingatkan, banyak yang mengkritik, dan banyak yang mencari kesalahan. Dengan cara itu saya akan terus mawas diri dan berhati-hati dalam mengambil setiap tindakan,” ucapnya.
Dedi menegaskan seluruh proses dan sumber dana yang ia gunakan untuk bonus Persib dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral. Ia berharap klarifikasi ini mampu menjawab keresahan yang berkembang di kalangan suporter maupun masyarakat umum. Pemberian bonus tunai tersebut dilakukan di gedung DPRD Jabar beberapa hari lalu, usai Persib Bandung menjuarai Super League untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.