BANDUNG — Braga, ikon sejarah Kota Bandung, berubah menjadi panggung suara warga yang peduli lingkungan pada Sabtu pagi. Alih-alih sekadar seremonial, aksi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar Walhi Jawa Barat ini sarat dengan tuntutan kebijakan.
Para aktivis menyuarakan perlunya kebijakan transisi energi yang tidak hanya berpindah dari fosil ke terbarukan, tetapi juga berkeadilan bagi masyarakat. Fokus utama mereka adalah Provinsi Jawa Barat, yang dinilai sebagai salah satu wilayah dengan tantangan lingkungan paling kompleks di Indonesia.
Apa yang Dituntut dalam Aksi Ini?
Walhi Jabar tidak sekadar meminta penghentian penggunaan batu bara. Mereka mendorong pemerintah untuk memastikan proses transisi ini tidak meninggalkan kelompok rentan. "Kebijakan transisi energi harus berpihak pada rakyat kecil, bukan hanya menguntungkan korporasi," ujar perwakilan Walhi Jabar dalam orasinya.
Mereka juga menyoroti sejumlah proyek energi yang dinilai bermasalah di Jawa Barat. Aksi ini menjadi pengingat bahwa peringatan lingkungan hidup harus diikuti aksi nyata dari pemerintah.
Braga Jadi Simbol Perlawanan Warga
Pemilihan kawasan Braga sebagai lokasi aksi bukan tanpa alasan. Jalan ikonik ini kerap menjadi pusat berbagai demonstrasi publik di Bandung. Dengan berorasi di tengah hiruk-pikuk pengunjung kafe dan pejalan kaki, para aktivis ingin pesan mereka menjangkau lebih banyak kalangan.
Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan ajakan untuk segera beralih ke energi bersih. Suasana tetap kondusif, dengan pengalihan arus lalu lintas yang diatur oleh petugas kepolisian setempat.
Transisi Energi: Antara Janji dan Kenyataan
Desakan Walhi ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa target bauran energi nasional masih jauh dari harapan. Jawa Barat, sebagai provinsi dengan kebutuhan listrik tinggi, menjadi barometer utama keberhasilan transisi energi di Indonesia.
Menurut catatan Walhi, sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di daerah masih beroperasi dan belum ada kejelasan soal masa pensiunnya. Aksi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat peta jalan energi bersih yang konkret.
Aksi serupa juga direncanakan berlanjut dengan audiensi ke DPRD Jawa Barat dalam waktu dekat.