BANDUNG — Kadin Jawa Barat kembali menunjukkan perannya sebagai penghubung strategis antara investor global dan pemerintah daerah. Kali ini, organisasi tersebut menjembatani kesepakatan antara Pemprov Jabar dengan Konsorsium Sumitomo untuk merealisasikan proyek Waste to Energy di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.
Ketua Umum Kadin Jabar, Almer Faiq Rusydi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal investasi strategis yang berdampak langsung pada lingkungan dan ekonomi daerah. “Kadin Jabar bukan hanya penonton, melainkan motor penggerak dan mitra strategis pemerintah,” ujarnya di Bandung.
Mengolah 2.131 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
Proyek ini akan menjadi salah satu PLTSa terbesar di Jawa Barat. Konsorsium Sumitomo yang tergabung dalam PT Jabar Environmental Solutions, bersama PT Energia Prima Nusantara (EPN) dan Hitachi Zosen Corporation, akan mengolah sampah sebanyak 1.853 hingga 2.131 ton setiap harinya.
Sampah tersebut berasal dari enam wilayah di Bandung Raya dan sekitarnya. Hasil pengolahan akan dikonversi menjadi energi listrik bersih dan terbarukan yang akan dijual ke PT PLN (Persero) melalui Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).
Regulasi dan Pendanaan dari Jepang Sudah Dikantongi
Kesepakatan terbaru ini melengkapi kepastian hukum yang telah diperoleh sebelumnya. Pemerintah sudah mengantongi restu regulasi dari Kementerian ESDM serta penyesuaian tarif yang diatur dalam Perpres Nomor 109 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Menjadi Energi Terbarukan.
Dengan adanya MoU ini, proses menuju financial close pembiayaan dari Jepang diharapkan semakin cepat. Langkah selanjutnya adalah peletakan batu pertama (groundbreaking) dan dimulainya fase konstruksi fisik di lapangan.
Cetak Biru Ekonomi Sirkular untuk Indonesia
Kadin Jabar berharap proyek TPPAS Legok Nangka tidak hanya menjadi solusi atas krisis pengelolaan sampah di Bandung Raya. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) transisi energi menuju ekonomi sirkular yang rendah karbon di Indonesia.
Almer menambahkan, sinergi antara Pemprov Jabar dengan investor global seperti Sumitomo Corporation harus berjalan taktis. “Kami hadir untuk memastikan proyek ramah lingkungan berbasis teknologi tinggi ini bisa segera terealisasi demi kemaslahatan masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya.